Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Polres Basel Gandeng Polda Babel Beri Pendampingan Psikologis untuk Santri Korban Dugaan Pencabulan

BANGKA SELATAN — Kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang terjadi di lingkungan Yayasan Tahfidz Qur’an di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap korban, Polres Bangka Selatan bersama Tim Psikologi Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta didukung oleh Dinas Sosial Kabupaten Bangka Selatan, melaksanakan kegiatan pendampingan psikologis.

Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat, 30 Mei 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Mapolsek Payung.

Pendampingan ini dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Polda Kep. Babel, Kompol Dwi Nuryanto, S.Psi., M.Psi., didampingi tim psikolog dari Polda Babel, serta petugas sosial dari Dinsos Basel. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan mental dan emosional kepada korban, sebagai langkah awal proses pemulihan pascatrauma.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto, melalui Kasi Humas Iptu G.J. Budi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bentuk komitmen institusi Polri terhadap penanganan kasus kekerasan seksual, khususnya yang menyasar anak-anak.

Baca juga  Dari Anak Kolong Jadi Gubernur: Hidayat Arsani Pimpin Bangka Belitung dengan Semangat Persatuan

“Pendampingan psikologis ini sangat penting untuk menjaga kondisi mental korban. Kami pastikan mereka tidak sendirian dalam menghadapi proses hukum maupun pemulihan psikologisnya,” ujar Iptu G.J, Budi.

Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat setempat.

Polres Bangka Selatan menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional, transparan, dan berpihak pada keadilan bagi korban.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan korban mendapatkan kekuatan untuk bangkit kembali, dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan yang aman, khususnya di lembaga pendidikan dan keagamaan,” pungkas Iptu G.J, Budi.

(Eboy)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!