Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Lantik Pengurus FKUB, Wali Kota Saparudin Soroti Bahaya Provokasi Medsos dan AI

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Masyarif, mengingatkan bahaya provokasi dan penyebaran informasi menyesatkan melalui media sosial serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia meminta para tokoh agama dan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) lebih bijak dalam menyikapi arus informasi digital demi menjaga keharmonisan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Saparudin saat menghadiri pelantikan pengurus FKUB Kota Pangkalpinang periode 2026-2031, Jumat (6/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Saparudin didampingi Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna.

Menurut Saparudin, perkembangan media sosial dan teknologi AI membawa tantangan tersendiri dalam menjaga kerukunan umat beragama. Informasi yang beredar begitu cepat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terlebih jika masyarakat tidak melakukan pengecekan terhadap kebenarannya.

Ia mencontohkan, sebuah pernyataan seseorang bisa saja dipotong dari konteks pembicaraan sehingga menimbulkan persepsi berbeda dari maksud sebenarnya.

Karena itu, Saparudin mengingatkan para tokoh agama agar berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang digital serta tidak mudah terpancing merespons informasi yang belum terverifikasi.

“Pesan saya, di media sosial kuncinya berbicara yang baik-baik saja. Sampaikan hal-hal yang positif. Kita juga harus memiliki pengetahuan, kemampuan, serta sering melakukan konfirmasi,” tegas Saparudin.

Baca juga  Pemda dan Kades di Belitung Dukung RIPPM PT TIMAH, Sinergi Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Selain mengantisipasi provokasi digital, Saparudin juga meminta FKUB mengambil peran lebih aktif dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Terlebih, Kota Pangkalpinang telah memperoleh predikat sebagai kota toleransi terbaik kedua di Indonesia.

Menurutnya, predikat tersebut merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dipertahankan bersama.

“Ini satu kebanggaan, tetapi juga satu tantangan untuk kita sama-sama menjaga. Keberadaan FKUB menjadi sangat penting dan sangat diperlukan untuk menjaga kerukunan umat beragama di Kota Pangkalpinang,” katanya.

Saparudin menggambarkan kehidupan toleransi di Pangkalpinang melalui keberadaan rumah ibadah berbagai agama yang berdiri berdampingan. Salah satunya di kawasan Tanjung Bunga, yang menjadi representasi keberagaman umat beragama.

Di kawasan tersebut terdapat rumah ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Hindu. Sementara rumah ibadah umat Kristen dan Islam juga direncanakan dibangun pada waktu mendatang.

Gambaran serupa terlihat di pusat Kota Pangkalpinang, ketika masjid dan gereja berdiri berdekatan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bukti pentingnya saling menghormati dan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!