Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

245 Rumah Hangus, Gubernur Hidayat Arsani Tegaskan Pemerintah Hadir dan Bertanggung Jawab

SIMPANG RIMBA, GARUDAMERDEKA.ID – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menegaskan pemerintah hadir dan bertanggung jawab dalam penanganan korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan Hidayat saat meninjau lokasi kebakaran dan pengungsian sementara, Sabtu (17/10/2026).

Ia memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal mendapatkan penanganan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga upaya pemulihan pascabencana.

Kebakaran tersebut mengakibatkan 245 rumah hangus terbakar dan 137 rumah lainnya terdampak. Musibah ini membuat sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengandalkan bantuan selama masa pemulihan.

Dalam kunjungan tersebut, Hidayat didampingi Ketua TP PKK Provinsi Babel, Noni Hidayat, Sekretaris Daerah Babel Fery Afriyanto, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, Wakil Bupati Debby Vita Dewi, Sekda Bangka Selatan, serta jajaran pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten.

Hidayat meninjau fasilitas pengungsian sementara yang disiapkan Kementerian Sosial. Fasilitas tersebut meliputi 53 tenda, 25 tenda dome, dua tenda serbaguna, dan empat unit WC portabel untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.

“Ini merupakan kunjungan kedua saya. Di sini saya meninjau lokasi pengungsian sementara yang diharapkan ke depannya dapat menjadi permanen. Saya sebagai gubernur bertanggung jawab atas musibah ini dan berkoordinasi dengan Bupati Bangka Selatan untuk mencari solusinya,” ujar Hidayat.

Menurutnya, penanganan korban tidak boleh berhenti pada penyediaan tempat pengungsian. Pemerintah harus menyiapkan langkah lanjutan agar warga yang kehilangan rumah dapat kembali memiliki hunian yang layak.

Ia meminta seluruh kebutuhan dasar pengungsi, termasuk makanan dan pelayanan kesehatan, dipastikan tersedia. Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan tim satuan tugas juga harus berjalan agar kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti.

“Koordinasikan dengan Tim Satgas dan Pak Bupati, lalu segera laporkan kepada saya. Wewenang operasional saya serahkan kepada Pak Bupati. Hal terpenting adalah seluruh kebutuhan harian, dokter, serta perawat disiapkan dengan baik. Kita dapat menghadapi ini melalui semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bangka Belitung,” tegasnya.

Baca juga  Puncak Kemarau hingga Oktober, Wali Kota Saparudin Perkuat Antisipasi Karhutla

Hidayat turut mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, partai politik, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan, untuk bergotong royong membantu korban kebakaran.

“Kita tidak merengek kepada pemerintah pusat, melainkan bergotong royong. Meskipun sedang menghadapi kesulitan, kita jangan lupa untuk bahagia,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat Babel yang telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Menurutnya, kebersamaan dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu korban melewati masa sulit.

“Terima kasih kepada masyarakat Bangka Belitung yang memiliki kepedulian sosial luar biasa. Atas musibah ini, kita tidak boleh cengeng. Kami akan bertanggung jawab bersama. Meskipun dana royalti dari pusat sebesar Rp5 triliun belum dicairkan, kami tetap bertanggung jawab,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan bencana, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Basarnas, ABPEDNAS, serta unsur TNI dan Polri.

Sementara itu, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Gubernur Babel di lokasi bencana.

“Bangga memiliki gubernur yang menunjukkan totalitas dan langsung turun tangan atas musibah di Bangka Selatan. Terima kasih, Pak Gubernur,” ucap Riza.

Saat ini, sebagian warga terdampak memilih tinggal sementara di rumah kerabat, sedangkan sekitar 70 kepala keluarga masih bertahan di posko pengungsian SDN 7 Simpang Rimba.

Pemerintah provinsi dan kabupaten terus berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa pengungsian serta merumuskan langkah pemulihan jangka panjang. Upaya tersebut diharapkan membantu warga terdampak kebakaran Serdang kembali menata kehidupan mereka secara bertahap. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!