Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinangTeknologi

Dari Hafalan Quran ke Robotik, 2 Tim Siswa MI Khoiru Ummah Pangkalpinang Siap Berlaga di FAIRCOS 2026

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Dari hafalan Al-Quran hingga merakit robot, siswa MI Khoiru Ummah Pangkalpinang terus mengembangkan potensi di berbagai bidang. Setelah sebelumnya berhasil meraih Spesial Award 2024 di Universitas Indonesia (UI) Jakarta, dua tim robotik sekolah tersebut kembali siap unjuk kemampuan di ajang FAIRCOS 2026 (Festival Automation Robotic Club Of Sriwijaya) di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang.

Kedua tim dijadwalkan berangkat ke Palembang pada Selasa (22/9/2026) untuk mengikuti kompetisi yang berlangsung pada 24 September 2026. Mereka akan turun pada kategori Robot Sumo dan Robot Bertarung.

Dua tim tersebut masing-masing diperkuat dua siswa. Tim Abu Bakar Ash-Shiddiq terdiri dari Muhammad Umar Alfatih dan Muhammad Ghazavat Sulaiman Al Qonuni.

Sedangkan Tim Usman Bin Affan diperkuat Muhammad Syahid Arkan A dan Keven Hafizh.

Kepala MI Khoiru Ummah Pangkalpinang, Rokayah, M.Pd., mengatakan seluruh robot yang dibawa ke ajang tersebut merupakan hasil karya siswa sendiri. Para siswa membeli komponen yang diperlukan, kemudian merakit dan mempersiapkan robot untuk mengikuti perlombaan.

“Robot ini hasil karya siswa sendiri. Jadi hasil karya yang mereka beli peralatannya dan rakit akan dilombakan dalam ajang FAIRCOS di Politeknik Sriwijaya di Palembang. Keberangkatan siswa didampingi guru dan ada juga orang tua yang ikut,” tutur Rokayah, Senin (21/9/2026).

Menurut Rokayah, kompetisi Robot Sumo merupakan salah satu cabang perlombaan dalam rangkaian FAIRCOS 2026. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang pengoperasian dan teknologi robotika.

Konsep pertandingan Robot Sumo mengadopsi pertandingan sumo. Dua robot akan saling berhadapan di dalam arena berbentuk lingkaran dengan tujuan mendorong atau menjatuhkan robot lawan hingga keluar dari arena pertandingan.

Robot yang digunakan merupakan robot rakitan atau custom-built robot. Selama pertandingan, robot dikendalikan secara manual menggunakan remote control.

Dengan demikian, kemampuan peserta tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain dan performa robot, tetapi juga kemampuan operator dalam mengendalikan robot secara presisi, cepat dan strategis.

“Setiap pertandingan dilaksanakan berdasarkan sistem dan peraturan yang telah ditentukan oleh panitia. Lomba Robot Sumo ditujukan bagi peserta yang memiliki minat, kemampuan dan inovasi di bidang robotika dari seluruh wilayah Indonesia,” jelas Rokayah.

Baca juga  PT TIMAH Salurkan 268 Sapi Kurban untuk Masyarakat di Tiga Provinsi

Ia menegaskan, keikutsertaan siswa dalam ajang robotik tidak semata-mata mengejar kemenangan. Kompetisi menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mendorong siswa berkreasi, berinovasi sekaligus membangun kepercayaan diri.

“Kompetisi ini sangat penting artinya bagi siswa. Bukan soal menang atau kalah, tapi mendorong siswa untuk berkreasi secara inovatif, membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan minat pada sains dan teknologi,” ujarnya.

Menariknya, para siswa yang tergabung dalam tim robotik tersebut masih duduk di bangku kelas 4 dan 5 MI Khoiru Ummah Pangkalpinang. Robotik menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler pilihan yang dikembangkan sekolah untuk menyalurkan minat dan bakat siswa di bidang sains dan teknologi.

Di sisi lain, para siswa tersebut juga memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan. Rokayah menyebut sejumlah siswa yang mengikuti kegiatan robotik telah menghafal Al-Quran mulai dari dua juz hingga empat juz.

“Selain siswa ini sudah hafal Quran dua juz hingga ada yang sudah empat juz, robotik menjadi salah satu ekskul pilihan di sekolah,” kata Rokayah.

Menurutnya, perpaduan antara pendidikan keagamaan, akademik dan keterampilan teknologi diharapkan dapat membentuk siswa yang memiliki kemampuan beragam serta mampu mengembangkan potensi sesuai minatnya.

Rokayah pun berharap keberangkatan dua tim robotik MI Khoiru Ummah Pangkalpinang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut dinilai penting, mengingat sekolah masih menghadapi keterbatasan dalam memberangkatkan tim untuk mengikuti kompetisi di luar daerah.

Selain dukungan untuk mengikuti kompetisi, sekolah juga membutuhkan fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang pengembangan kemampuan siswa di bidang robotika.

“Kami berharap dukungan semua pihak di tengah keterbatasan sekolah dalam memberangkatkan tim robotik. Termasuk butuh dukungan fasilitas seperti laboratorium yang memadai untuk mengembangkan kemampuan siswa di bidang robotik,” tutur Rokayah.

Dengan bekal pengalaman kompetisi sebelumnya, kemampuan merakit robot secara mandiri serta dukungan guru dan orang tua, dua tim robotik MI Khoiru Ummah Pangkalpinang kini bersiap membawa nama sekolah dalam ajang FAIRCOS 2026 di Palembang. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!