Rina Tarol Dorong Rumah Sakit Jantung Modern Demi Keselamatan Warga Babel

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol, mendorong pembangunan rumah sakit dengan layanan jantung dan stroke modern di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menyelamatkan nyawa masyarakat.
Menurut Rina, keberadaan rumah sakit yang dilengkapi layanan jantung dan stroke modern sangat dibutuhkan mengingat Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan layanan spesialistik. Akibatnya, banyak pasien jantung dan stroke harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Ia menegaskan, pembangunan layanan jantung dan stroke harus dipandang sebagai investasi kemanusiaan, bukan sekadar dinilai dari besarnya anggaran yang harus disiapkan pemerintah daerah.
“Pelayanan jantung dan stroke harus kita lihat sebagai investasi untuk menyelamatkan nyawa, bukan sekadar dari besarnya anggaran yang dikeluarkan. Namun demikian, setiap kebijakan tetap harus berpijak pada kajian yang komprehensif, perencanaan yang matang, dan kemampuan fiskal daerah yang terukur,” ujar Rina, Jumat (31/7/2026).
Politisi Fraksi Partai Golkar DPRD Babel itu mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan rumah sakit modern tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan gedung. Yang lebih penting adalah memastikan rumah sakit memiliki dokter spesialis jantung, spesialis saraf, tenaga kesehatan yang kompeten, peralatan medis berteknologi modern, serta sistem pelayanan yang mampu memberikan penanganan cepat dan tepat.

“Yang paling penting bukan hanya membangun gedung rumah sakit, tetapi memastikan tersedianya dokter spesialis, tenaga kesehatan yang kompeten, peralatan medis yang memadai, serta sistem pelayanan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat Bangka Belitung,” tutur Rina.
Rina menilai, kondisi geografis Bangka Belitung menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Proses rujukan pasien ke luar daerah tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama, tetapi juga menambah beban biaya bagi pasien dan keluarga. Padahal, pada kasus penyakit jantung dan stroke, kecepatan penanganan sangat menentukan peluang keselamatan dan pemulihan pasien.
“Sebagai provinsi kepulauan, kita memiliki tantangan geografis yang membuat banyak pasien masih harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung dan stroke. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh,” ungkap Rina.
Ia berharap penguatan layanan jantung dan stroke dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembangunan fasilitas kesehatan, penyediaan sumber daya manusia, pengadaan alat kesehatan modern, hingga penguatan sistem rujukan dan tata kelola pelayanan.
Rina optimistis upaya tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, DPRD, pemerintah pusat, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Saya meyakini, peningkatan pelayanan kesehatan dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah. Mari kita hadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegas Rina. (GM)





