Rudianto Tjen Ajak Mahasiswa Babel Bedah Data Ekonomi Nasional dan Rumuskan Solusi untuk Negeri

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Rudianto Tjen, mengajak mahasiswa di Bangka Belitung untuk aktif mengkaji kondisi ekonomi nasional melalui data-data yang tersedia secara terbuka. Menurutnya, peran mahasiswa sangat penting dalam memberikan masukan dan solusi di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Rudianto usai menghadiri Seminar Kebangsaan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026 yang digelar DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung di Pangkalpinang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan itu menghadirkan narasumber Adian Napitupulu dan Dato’ Akhmad Elvian.
Menurut Rudianto, mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis dengan menguji langsung data dan informasi yang beredar terkait kondisi ekonomi dan keuangan negara. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya disinformasi maupun tudingan hoaks terhadap fakta yang ada.
“Tadi Pak Adian sebagai narasumber menceritakan tentang kondisi, terutama ekonomi dan keuangan Republik ini, dan sudah dijelaskan satu per satu. Mahasiswa dipersilakan mencari datanya di internet supaya tidak ada yang mengatakan itu hoaks atau provokasi,” ujarnya kepada wartawan.
Wakil Bendahara Bidang Internal DPP PDI Perjuangan itu mengakui bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Namun, ia menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh disikapi dengan saling menyalahkan atau memprovokasi masyarakat.
“Kondisi ekonomi kita ini tidak baik-baik saja. Untuk itu kita jangan memprovokasi, tetapi membantu mencarikan solusi bagaimana untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.
Rudianto bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa Bangka Belitung untuk menyampaikan gagasan dan rekomendasi tertulis. Berbagai masukan yang disampaikan kalangan akademisi itu, menurutnya, akan dibawa ke tingkat nasional sebagai bahan diskusi dalam upaya mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Apa masukannya yang perlu kita bawa untuk diskusi sampai di Jakarta sana, yang mungkin juga didiskusikan dengan DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Tentu saja saya akan membawa sampai ke Jakarta untuk mencari solusi, bukan mencari kesalahan,” tegasnya.
Selain membahas persoalan ekonomi nasional, seminar yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno tersebut juga menjadi momentum konsolidasi internal partai. Rudianto meminta seluruh kader PDI Perjuangan di Bangka Belitung untuk semakin aktif hadir di tengah masyarakat, khususnya membantu warga yang masih hidup dalam kondisi kurang mampu.
Ia menekankan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah kemiskinan. Karena itu, kader partai di seluruh tingkatan diminta turun langsung mendata dan mengadvokasi masyarakat yang belum mendapatkan akses terhadap berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Program yang dimaksud antara lain kepesertaan BPJS Kesehatan, Program Keluarga Harapan (PKH), hingga bantuan bagi janda dan lanjut usia yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap.
“Lawan kita sekarang ini adalah kemiskinan. Tugas kader-kader kita semua, catat di daerah masing-masing, masih adakah rakyat miskin di sana. Kita didik kader kita untuk peduli, tidak pasif, tetapi aktif mengadvokasi rakyat,” pungkasnya.
Melalui forum kebangsaan tersebut, Rudianto berharap mahasiswa tidak hanya menjadi kelompok intelektual yang kritis terhadap berbagai persoalan bangsa, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat. (GM)





