Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Pj Sekda Babel Lantik KKMD 2026–2030, Perkuat Konservasi dan Rehabilitasi Mangrove

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fery Afriyanto resmi melantik Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2026–2030 di Hotel Santika Bangka, Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (30/4/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 100.3.3.1/304/DLHK/2026 tanggal 22 April 2026 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pembentukan KKMD menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Babel dalam mempercepat pengelolaan ekosistem mangrove secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Fery Afriyanto menegaskan bahwa hutan mangrove memiliki fungsi penting, tidak hanya sebagai vegetasi pesisir, tetapi juga sebagai benteng alami untuk melindungi wilayah dari abrasi dan potensi bencana.

“Hutan mangrove bukan sekadar pepohonan yang tumbuh di pesisir, melainkan benteng pertahanan alam yang melindungi wilayah kita. Lebih dari itu, mangrove memiliki potensi luar biasa dalam penyerapan karbon yang sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi perubahan iklim global,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan KKMD diharapkan mampu mengoptimalkan seluruh tahapan pengelolaan mangrove, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pengendalian. Menurutnya, kondisi mangrove di Babel saat ini mulai mengalami penurunan kualitas dan kuantitas akibat kerusakan yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir.

Baca juga  Noni Hidayat Arsani Tekankan Keluarga sebagai Madrasah Pertama dalam PKK Mengaji 2026

Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor dalam upaya rehabilitasi dan konservasi mangrove.

“Ke depannya, kami berharap kinerja KKMD dapat optimal. Peran KKMD tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga menjadi motor penggerak kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memperbaiki ekosistem mangrove,” katanya.

Fery juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dunia usaha hingga masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

Ia mendorong anggota KKMD yang baru dilantik agar segera bekerja secara profesional dan inovatif, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan mangrove di Babel.

Selain pelantikan KKMD, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan diseminasi dokumen policy brief terkait konservasi, rehabilitasi mangrove dan nilai ekonomi karbon.

Menurut Fery, dokumen policy brief nilai ekonomi karbon menjadi landasan penting dalam mengembangkan nilai ekologis mangrove menjadi nilai ekonomi berkelanjutan melalui mekanisme perdagangan karbon.

“Dokumen policy brief nilai ekonomi karbon ini menjadi landasan penting bagi kita untuk mengubah nilai ekologis menjadi nilai ekonomi berkelanjutan melalui mekanisme perdagangan karbon,” jelasnya.

Ia berharap dokumen yang telah disusun dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan sekaligus mendapat dukungan seluruh pihak agar program pengelolaan mangrove di Babel berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!