Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinangPT Timah

Ribuan Terumbu Buatan hingga Atraktor Cumi, Upaya PT TIMAH Jaga Penghidupan Nelayan

Program serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Belitung. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PT TIMAH menenggelamkan 30 unit atraktor cumi di perairan Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bekayo, Desa Sungai Padang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko, mengapresiasi dukungan perusahaan dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan. Atraktor cumi diharapkan menyediakan media pemijahan dan tempat menempelkan telur, sehingga membantu menjaga populasi cumi-cumi di perairan setempat.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Belitung mencatat produksi tangkapan cumi-cumi pada 2025 mencapai 3.314 ton. Capaian tersebut menunjukkan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya cumi-cumi sebagai salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Selain menyediakan habitat, PT TIMAH turut menjalankan program restocking cumi-cumi sebagai bagian dari upaya rehabilitasi biologi ekosistem laut.

Pada 15 Juni 2026, PT TIMAH melalui Division Area Bangka Utara bersama Yayasan Sayang Babel Kite dan nelayan melaksanakan restocking cumi-cumi di perairan Pantai Tuing, Desa Mapur, Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menenggelamkan 10 unit atraktor cumi.

Baca juga  PT Timah dan Desa Tepus Hidupkan Lahan Pascatambang Jadi Perkebunan Ketahanan Pangan

Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menjelaskan bahwa restocking dilakukan untuk meningkatkan peluang hidup cumi-cumi sejak fase awal kehidupannya sebelum dilepaskan kembali ke habitat alami.

“Restocking dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan hidup cumi-cumi yang ditetaskan. Di alam, telur maupun anakan cumi memiliki risiko tinggi dimangsa predator seperti ikan. Melalui proses penetasan di wadah terkontrol, peluang hidupnya menjadi lebih besar sebelum dilepas kembali ke laut,” katanya.

Indra menyebutkan, cumi-cumi merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu hasil tangkapan utama nelayan di Pulau Bangka. Karena itu, menjaga populasi dan habitatnya menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan sektor perikanan.

Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH mendorong upaya pelestarian lingkungan laut yang berjalan seiring dengan pemeliharaan potensi perikanan. Kolaborasi perusahaan, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas nelayan diharapkan mampu menjaga produktivitas perairan serta mendukung keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir di Bangka Belitung.

Sumber : www.timah.com

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!