Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Wali Kota Saparudin: MTQ Bukan Seremonial, Al-Qur’an Harus Jadi Pedoman Hidup

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Wali Kota Pangkalpinang Saparudin secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Pangkalpinang ke-XXXIV di Gedung Betason Pemkot Pangkalpinang, Selasa malam (30/9/2026).

Pembukaan MTQ ditandai dengan pembacaan basmalah. Dalam kesempatan tersebut, Saparudin menegaskan bahwa MTQ tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi sarana strategis untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Saparudin, di tengah arus globalisasi dan modernisasi, Al-Qur’an harus menjadi way of life, sumber inspirasi sekaligus filter moral bagi generasi muda.

“Melalui lantunan ayat suci yang dilombakan, diharapkan tumbuh kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Saparudin juga menekankan pentingnya profesionalitas dan integritas dalam penyelenggaraan MTQ. Ia meminta Dewan Hakim memberikan penilaian secara objektif dan adil.

“Kepada para Dewan Hakim, saya berpesan agar menjalankan tugas dengan seadil-adilnya, profesional, serta menjunjung tinggi objektivitas dan integritas tinggi dalam memberikan penilaian,” tegasnya.

Selain itu, Saparudin mengumumkan rencana Pemerintah Kota Pangkalpinang mencanangkan Program Pendidikan Al-Qur’an Berkelanjutan.

Program tersebut akan memberikan fasilitas kepada para santri yang telah mahir membaca Al-Qur’an untuk melanjutkan pembelajaran pada tahap memahami kandungan Al-Qur’an, dengan penekanan pada penguasaan Bahasa Arab.

Saparudin mengatakan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan akademik. Menurutnya, peningkatan literasi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlak.

Baca juga  PT TIMAH dan PMI Perkuat Kolaborasi Kemanusiaan, 811 Kantong Darah Terkumpul untuk Masyarakat 

“Pelaksanaan MTQ sejatinya dapat meningkatkan jejak peradaban yang ditandai dengan berubahnya pola pikir dari yang eksklusif menjadi inklusif dan maju. Sehingga visi Kota Pangkalpinang SMART (Modern, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan) bisa kita perkuat,” katanya.

Ia menegaskan, tingginya tingkat pendidikan tidak otomatis menjamin tingginya kualitas akhlak seseorang. Karena itu, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM.

Kepada seluruh peserta MTQ, Saparudin menyampaikan selamat datang dan meminta para kafilah menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung semangat, sportivitas dan kejujuran.

“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam kompetisi, tetapi niat beribadah dan syiar Islam adalah yang utama,” ujarnya.

Ia berharap MTQ ke-XXXIV dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta pengamalan isi kandungan Al-Qur’an. Para kafilah terbaik nantinya diharapkan mampu mewakili Kota Pangkalpinang pada ajang MTQ tingkat Provinsi maupun Nasional.

Saparudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua serta para ustadz dan ustadzah, untuk bersama-sama mendukung pembinaan Al-Qur’an di Kota Pangkalpinang.

“Semoga ikhtiar kita dalam memuliakan Al-Qur’an mendapat ridha dan berkah dari Allah SWT, serta menjadikan kota kita sebagai Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” pungkasnya. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!