Pemkot Pangkalpinang Benahi Data Sasaran BIAS, Percepat Imunisasi Anak

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan pembenahan data sasaran Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai langkah mempercepat peningkatan cakupan imunisasi anak di wilayah tersebut.
Upaya ini dilakukan menyusul masih rendahnya capaian sejumlah jenis imunisasi BIAS yang belum mencapai target 95 persen.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustu Afendi, mengatakan pembenahan data menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak yang menjadi sasaran mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
“Jangan sampai ada anak yang terlewat hanya karena persoalan data atau koordinasi,” ujar Agustu.
Menurutnya, Dinas Kesehatan bersama seluruh Puskesmas diminta memperkuat pemetaan sasaran, melakukan tracking serta menelusuri anak yang belum memperoleh imunisasi.
Berdasarkan evaluasi BIAS 2025, imunisasi MR kelas 1 dari 4.542 sasaran baru mencapai 2.402 anak atau 52,88 persen. Sementara DT kelas 1 mencapai 2.529 anak atau 55,68 persen.
Kemudian imunisasi Td kelas 2 tercatat 2.363 anak atau 52,69 persen, sedangkan Td kelas 5 mencapai 2.515 anak atau 57,17 persen.
Untuk imunisasi HPV kelas 5 perempuan, capaian mencapai 1.338 anak dari 2.152 sasaran atau 62,17 persen. Sedangkan HPV kelas 6 perempuan menjadi salah satu capaian yang mendapat perhatian karena baru 166 anak dari 732 sasaran atau 22,68 persen.
Sementara HPV kelas 9 tercatat 1.162 anak dari 1.940 sasaran atau 59,89 persen.
Pada pelaksanaan BIAS 2026, imunisasi campak dengan sasaran 4.555 anak baru mencapai 2.415 anak atau sekitar 53 persen. Adapun HPV kelas 5 dari 2.230 sasaran telah mencapai 1.301 anak atau sekitar 58,5 persen.
Agustu menegaskan imunisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
“Imunisasi bukan sekadar pelayanan kesehatan. Imunisasi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah khususnya kepada anak-anak agar terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya.
Pemkot Pangkalpinang juga meminta Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, kepala sekolah, madrasah, guru dan seluruh satuan pendidikan ikut membantu menyukseskan program BIAS.
Sekolah diharapkan menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi kepada orang tua mengenai manfaat imunisasi serta membantu memastikan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dapat segera ditindaklanjuti.
Selain itu, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha juga diajak menjadi penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
Kepada para orang tua, Pemkot Pangkalpinang mengimbau agar memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Jika terdapat keraguan, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Penguatan imunisasi tersebut menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk mendukung terwujudnya visi Pangkalpinang SMART, yakni Sehat, Mapan, Amanah, Rukun dan Tangguh. (GM)





