Ngarak Telok Herujo, SDN 10 Toboali Lestarikan Bahasa Daerah dan Tradisi Maulid Nabi SAW

Ia berharap bahasa daerah dapat semakin mendapat ruang dalam dunia pendidikan, termasuk menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.
Rangkaian Ngarak Telok Herujo diawali dengan dentuman drum band yang dimainkan para siswa. Dari gerbang sekolah, rombongan kemudian mengitari kawasan permukiman di sepanjang Jalan Mayor Munzir, Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali.
Kegiatan berlangsung semarak dengan keterlibatan para siswa yang mengikuti arak-arakan tradisi tersebut. Sementara itu, para undangan yang hadir tampak khusyuk dan khidmat menyimak lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para siswa.
Sejumlah undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pengawas Sekolah, Sopiandi, S.Pd.SD., yang mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, serta Ketua Komite SDN 10 Toboali, Erdian, S.H., M.H.
Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi sekolah untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Tradisi berpantun dengan bahasa daerah yang digunakan dalam kegiatan diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan dan pembelajaran di sekolah.
Di penghujung kegiatan, Kepala SDN 10 Toboali, Suharyanto, juga menyampaikan pantun menggunakan bahasa daerah sebagai pesan untuk bersama-sama menjaga warisan budaya.
“Buah hago buah pepaya,
Buah hago bewarna Mirah,
Agar terjago adat budaya,
Kite lestarikan bahasa daerah.”
Pesan tersebut menjadi penutup kegiatan sekaligus pengingat bahwa pelestarian budaya dan bahasa daerah membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman. (GM)





