Pasca Unjuk Rasa, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Belitung Timur Ajak Semua Elemen Bersatu, Utamakan Maslahat dan Jaga Perdamaian

MUI juga meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, menjalankan tugas secara profesional dan proporsional dengan tetap mengedepankan pengendalian diri dalam setiap situasi. Ia berharap, personel yang berada di lapangan harus mampu mengendalikan diri sehingga penanganan situasi dapat berlangsung secara terukur dan tidak memperbesar persoalan.
Selain menjaga keamanan dan fasilitas publik, MUI Belitung Timur mengajak seluruh anak bangsa memperkuat persaudaraan serta membangun budaya saling memaafkan.
“Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, kita pupuklah semangat persaudaraan, baik itu masyarakat, aparat penegak hukum, pengambil kebijakan termasuk PT TIMAH dan sebagainya. Kita intinya persaudaraan ini kita perkuat, kita junjung,” ujarnya.
MUI Belitung Timur juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa demi keselamatan, kedamaian, dan kebaikan bersama.
Lebih lanjut disamapaikannya, berbagai peristiwa yang terjadi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kekurangan.
Ia menilai Belitung Timur dan Pulau Belitung memiliki kekayaan alam dan lingkungan yang harus dijaga bersama. Selain timah, terdapat berbagai potensi alam yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
“Belitung Timur ini luar biasa. Di sini bukan hanya timah, pasirnya juga bermanfaat. Kemudian Tebat Rasau, ikan-ikan purbanya itu luar biasa masih ada. Hal-hal seperti ini harus kita rawat bersama,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan. Manusia hidup berdampingan dengan hewan, tumbuhan, dan berbagai ekosistem sehingga keseimbangan tersebut perlu dijaga.
“Kalau itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, kebaikan umat, kemakmuran umat itu silakan. Namun kita hidup di dunia ini bukan hanya manusia, tapi ada hewan, ada tumbuh-tumbuhan, ada ekosistem. Harmonisasi ini antara manusia dengan makhluk yang lain, antara manusia dengan manusia ini harus kita jaga,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa apa yang dilakukan masyarakat hari ini akan menentukan kondisi yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan MUI Belitung Timur, H. Sayono, menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang terjadi. Ia mengajak pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat melakukan introspeksi serta membangun komunikasi yang lebih baik.
“Kita terus belajar dari segala kondisi yang pernah kita alami. Dengan pelajaran ini tentunya kita akan introspeksi, muhasabah. Kita lihat di mana kekurangan kita masing-masing, di situlah kita harus perbaiki,” ujarnya.
Sayono berharap kebersamaan seluruh pihak dapat menjaga Belitung Timur tetap aman dan damai. Menurutnya, masyarakat juga membutuhkan kondisi yang kondusif agar aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan dengan baik.
“Bangun komunikasi yang baik di antara kita semua. Dengan kebersamaan ini kita berkeyakinan mudah-mudahan negeri kita ini selalu aman damai. Karena bagaimanapun masyarakat Belitung ini masih butuh dengan pertambangan ini,” tutupnya. (*)





