Pelaku UMKM Sebut Ekonomi Belitung Timur Ikut Bergerak Saat Aktivitas Timah Bergairah

Terkait aktivitas pertambangan timah, Endang menilai masyarakat juga membutuhkan kepastian, terutama bagi mereka yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
Ia mengakui bahwa aktivitas pertambangan harus tetap mengikuti aturan. Namun, menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan dalam mencari solusi.
Karena itu, ia berharap solusi terhadap persoalan timah masyarakat dapat menghadirkan kepastian bagi penambang sekaligus tetap berada dalam koridor hukum. Salah satu yang menurutnya perlu diperhatikan adalah akses pemasaran dan jumlah mitra pembelian.
“Yang pertama masalah harga. Yang kedua perbanyak mitranya agar masyarakat tidak merasa kebingungan harus menjual ke mana. Kalau hanya belasan mitra, saya rasa belum cukup untuk meng-cover mereka. Sampai harus antre berjam-jam,” ujarnya.
Selain itu, Endang berharap masyarakat mendapatkan sosialisasi yang lebih intensif mengenai aturan pertambangan dan mekanisme perdagangan timah.
Ia juga mendorong PT TIMAH untuk terus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Harus ada kepastian hukum. Masyarakat yang menambang merasa dilindungi dan dirangkul lebih dekat, disosialisasikan. PT TIMAH jangan takut turun ke masyarakat. Kalau merasa benar, jangan takut. Turun dan lebih dekatlah dengan masyarakat,” katanya.
Endang menilai komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah dan perusahaan penting agar kebijakan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama di tengah perkembangan teknologi dan maraknya informasi yang belum tentu benar.
“Sekarang zamannya AI. Kita harus bisa melihat mana berita yang hoaks dan mana yang benar-benar nyata. Jangan semuanya ditelan mentah-mentah. Jangan sampai informasi yang kita terima justru merugikan diri sendiri, orang lain, dan keluarga,” pesannya.





