Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

BNN Bangka Selatan Tanamkan Ketahanan Diri Siswa Lewat Program ANANDA Bersinar di MPLS SMA YPK Toboali

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Melalui Program ANANDA Bersinar, Tim Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) BNNK Bangka Selatan memberikan edukasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA YPK Toboali, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dipandu oleh Tim KIE BNNK Bangka Selatan yang terdiri dari Navy Christy Purba, S.Sos dan Amelia Meda Septira, S.K.M. Edukasi diberikan sebagai bagian dari komitmen membangun ketahanan diri pelajar sejak dini agar mampu terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, SE, MM, mengatakan Program ANANDA Bersinar menjadi salah satu langkah nyata BNN dalam menciptakan generasi muda yang sehat, tangguh, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan humanis.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membekali para siswa dengan pengetahuan yang benar mengenai bahaya narkoba sekaligus memperkuat ketahanan diri mereka agar berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” ujar Hendra Amoer.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai pengertian narkoba, berbagai jenis narkoba, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan, mekanisme rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, hingga cara membangun ketahanan diri agar mampu menolak ajakan menggunakan narkoba.

Menurut Hendra Amoer, para peserta mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian. Bahkan, siswa-siswi terlihat antusias saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dengan mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh narasumber.

Baca juga  BNNK Bangka Selatan Matangkan Persiapan Soft Launching MPP di Pasar Toboali

Selain mengingatkan bahaya narkoba, Tim KIE BNNK Bangka Selatan juga memberikan edukasi mengenai bahaya zat adiktif lainnya seperti rokok dan lem aibon yang kerap menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat berbahaya di kalangan remaja.

“Kami mengimbau agar para pelajar tidak pernah mencoba zat adiktif seperti rokok maupun lem aibon karena dapat menjadi awal munculnya perilaku penyalahgunaan narkoba,” tutur Hendra Amoer.

Ia juga menekankan pentingnya membangun keberanian untuk menolak setiap ajakan ataupun pemberian dari orang yang tidak dikenal. Menurutnya, sikap tegas dalam memilih pergaulan merupakan benteng utama agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh peredaran narkoba.

Selain itu, siswa diajak untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif, memperluas pergaulan yang sehat, serta menjaga komitmen menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi menjaga kesehatan dan masa depan mereka.

Hendra Amoer berharap sinergi antara BNNK Bangka Selatan dan pihak sekolah terus diperkuat melalui implementasi Program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba). Program tersebut diharapkan dapat dioptimalkan dalam proses pembelajaran melalui lima mata pelajaran, yakni Biologi, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Agama, serta Kimia.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membentuk ketahanan diri remaja sejak dini. Kami berharap sekolah dapat terus mengoptimalkan Program IKAN sehingga pendidikan antinarkoba tidak hanya hadir melalui sosialisasi, tetapi juga terintegrasi dalam proses belajar mengajar,” pungkas Hendra Amoer. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!