Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

BNNK dan Dinas Pendidikan Basel Perkuat Sinergi Terapkan Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar melalui penerapan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN).

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan koordinasi dan audiensi yang dilaksanakan BNNK Bangka Selatan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan dipimpin langsung Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, S.E., M.M., bersama Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Navy Christy, S.Sos, Dedi Wahyudi, S.P, Willy Wirolayang. dan diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Firmansyah.

Dalam pertemuan itu, kedua instansi membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui implementasi Program IKAN di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bangka Selatan.

Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, menjelaskan bahwa Program IKAN merupakan salah satu upaya preventif yang menempatkan pendidikan sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika.

Menurutnya, integrasi materi anti narkotika dalam proses pembelajaran di sekolah diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta ketahanan peserta didik agar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

“Program IKAN menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan diri peserta didik melalui pendidikan yang berkelanjutan dan terstruktur. Dengan pemahaman yang baik, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” ujar Hendra Amoer.

Baca juga  PT Timah Bantu Fasilitas Teras Manggar, Dukung UMKM dan Musisi Lokal

Selain pemantapan implementasi kurikulum anti narkotika, audiensi juga membahas rencana pelaksanaan sosialisasi dan penguatan program melalui berbagai forum pendidikan, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kabupaten (KKKS).

Forum-forum tersebut akan dimanfaatkan sebagai wadah penyebarluasan materi pendidikan anti narkotika sekaligus meningkatkan kapasitas para pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba kepada peserta didik.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Firmansyah, menyambut positif program yang diinisiasi BNNK Bangka Selatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan Program IKAN sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kami mendukung kolaborasi ini agar nilai-nilai pencegahan narkoba dapat ditanamkan sejak dini kepada para pelajar,” katanya.

Sebagai tindak lanjut hasil koordinasi, BNNK Bangka Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan sepakat menyusun serta menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kesepakatan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan Program IKAN secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan di wilayah Bangka Selatan.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat dilakukan secara lebih sistematis dan menyentuh seluruh lapisan dunia pendidikan, sehingga mampu menciptakan generasi Bangka Selatan yang sehat, berprestasi, dan bebas dari narkoba. (GM)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!