BNN Bangka Selatan Siap Bentuk Saka Anti Narkoba di SMAN 2 Toboali

Sebagai langkah awal, BNNK Bangka Selatan dan pihak sekolah sepakat untuk melaksanakan survei awal atau baseline survey sebelum pembentukan kader dan pelaksanaan kegiatan. Survei ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi siswa, lingkungan sekolah, faktor risiko, dan faktor pelindung yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Hendra menjelaskan, hasil survei akan menjadi dasar dalam penyusunan program kerja, materi pembinaan, serta strategi intervensi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.
“Dengan data yang diperoleh dari survei awal, program yang disusun akan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan siswa dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika,” kata Hendra Amoer.
Pihak SMAN 2 Toboali juga menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan BNNK Bangka Selatan terkait mekanisme pelaksanaan survei, pembentukan kepengurusan, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan Saka Anti Narkoba.
Audiensi tersebut dihadiri oleh tim BNNK Bangka Selatan yang terdiri dari Navy Christy Purba, S.Sos, Dedi Wahyudi, S.P, Roni Efendi, AMK, Willy Wirolayang, dan Amelia Meda Septira, S.K.M.
“Melalui pembentukan Saka Anti Narkoba ini, BNNK Bangka Selatan berharap dapat melahirkan kader-kader pelajar yang memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya narkotika serta mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bersih narkoba,” tegas Hendra Amoer. (GM)





