PT TIMAH Libatkan Stakeholder Bangka Barat Bahas Pembaruan RIPPM

BANGKA BARAT, GARUDAMERDEKA.ID — PT TIMAH (Persero) Tbk kembali melanjutkan rangkaian penyusunan pembaruan Dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) di Kabupaten Bangka Barat melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Wisma Sriwijaya, Divisi Processing and Refinery Muntok, Kamis (5/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan tetap relevan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Melalui forum tersebut, PT TIMAH membuka ruang dialog bersama berbagai pemangku kepentingan guna menyerap aspirasi, mengevaluasi program pemberdayaan yang telah berjalan, sekaligus merumuskan arah kebijakan yang lebih adaptif terhadap dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam FGD di Kabupaten Bangka Barat, pembahasan pembaruan RIPPM difokuskan pada lima pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil, kemandirian ekonomi, serta pelestarian lingkungan.
Forum berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan Kementerian ESDM, Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, hingga pemerintah kecamatan dan desa.
Department Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk mengatakan, FGD ini menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi dan memperkuat kolaborasi dengan para stakeholder dalam merumuskan program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan pembangunan daerah.
“FGD ini merupakan momentum penting bagi PT TIMAH untuk menyerap aspirasi dari seluruh stakeholder, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah desa, dalam upaya membangun dan memberdayakan masyarakat di wilayah Bangka Barat,” ujarnya.
Ia berharap proses penyusunan RIPPM dapat melahirkan diskusi yang konstruktif, terbuka, dan solutif sehingga program yang dirumuskan nantinya mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.





