ERROR of THEME - ERROR of THEME - ERROR of THEME Kapolres Bangka Selatan Dorong Kesadaran Lalu Lintas Berkelanjutan Usai Operasi Menumbing 2026 - Garudamerdeka.id
Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Kapolres Bangka Selatan Dorong Kesadaran Lalu Lintas Berkelanjutan Usai Operasi Menumbing 2026

TOBOALI, GARUDA MERDEKA.ID – Kapolres Bangka Selatan Agus Arif Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas secara berkelanjutan meskipun Operasi Keselamatan Menumbing 2026 telah resmi berakhir. Hal tersebut disampaikannya menyusul suksesnya pelaksanaan operasi di wilayah hukum Polres Bangka Selatan.

Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Menumbing 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026, dan berakhir pada Minggu (15/2/2026) pukul 24.00 WIB.

Selama operasi berlangsung, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas terpantau aman dan kondusif tanpa gangguan kamtibmas.

Pelaksanaan operasi tersebut berpedoman pada Surat Perintah Nomor Sprin/136/I/OPS.1.3./2026 tentang Operasi Keselamatan Menumbing 2026 di wilayah Kabupaten Bangka Selatan, serta diperkuat dengan Surat Telegram Kapolda Nomor STR/126/II/OPS.1.3./2026 tanggal 13 Februari 2026 terkait penegasan berakhirnya operasi kepolisian kewilayahan.

Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto menjelaskan bahwa tujuan utama Operasi Keselamatan Menumbing 2026 adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korban, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Baca juga  PT Timah Jadi Laboratorium Lapangan Mahasiswa UNJA, Belajar Proses Tambang dari Hulu ke Hilir

“Yang terpenting bukan hanya saat operasi berjalan, tetapi bagaimana kesadaran masyarakat tetap terjaga setelah operasi berakhir. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” ujar AKBP Agus Arif Wijayanto, Senin (16/2/2026).

Selama operasi berlangsung, Polres Bangka Selatan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Tercatat, Satgas Preemtif melaksanakan 1.641 kegiatan edukasi dan penyuluhan, Satgas Preventif melaksanakan 924 kegiatan pengaturan dan pengamanan lalu lintas, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) memberikan 185 teguran, serta Satgas Bantuan Operasi (Banops) melaksanakan 56 kegiatan pendukung operasional.

Menurut AKBP Agus Arif Wijayanto, capaian tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan pencegahan masih menjadi strategi utama dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Pasca-operasi, kami akan terus melakukan kegiatan rutin kepolisian di bidang lalu lintas. Harapannya, masyarakat semakin sadar dan patuh terhadap aturan demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” pungkas AKBP Agus Arif Wijayanto. (Eboy)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!