Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Kratom, Ancaman Masa Depan Pelajar di Bangka Selatan

Dalam pengakuannya kepada petugas BNN, siswa tersebut menyebutkan bahwa jika tidak mengonsumsi Kratom, tubuhnya terasa lemas, tidak bersemangat, dan mengantuk. Sebaliknya, jika mengonsumsi Kratom, ia sering mengalami gangguan tidur dan tidak tidur semalaman.

Siswa tersebut juga mengaku memperoleh Kratom dengan cara memesan secara daring melalui salah satu platform belanja online dengan harga sekitar Rp50 ribu untuk kemasan 500 gram. Ia menyebutkan bahwa di sekolahnya terdapat sekitar 20 siswa lain yang juga diketahui menggunakan Kratom.

Menindaklanjuti temuan tersebut, BNN Kabupaten Bangka Selatan telah melakukan asesmen dan konseling terhadap siswa yang bersangkutan. Selain itu, pihak sekolah juga diberikan pemahaman mengenai bahaya Kratom yang bersifat adiktif, menyebabkan ketergantungan, serta berpotensi merusak kesehatan fisik dan psikis.

Baca juga  Kakak Ipar Cabuli Anak di Toboali, Polisi Tetapkan Pria 61 Tahun sebagai Tersangka

“Jika tidak ditangani sejak dini, penggunaan Kratom dapat berdampak fatal dan mengancam masa depan pelajar,” tegas Hendra Amoer.

BNN Kabupaten Bangka Selatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak sekolah atas langkah cepat dan tepat membawa siswa untuk mendapatkan penanganan. Menurutnya, tindakan tersebut sangat membantu upaya pencegahan dan penanganan dini penyalahgunaan zat berbahaya di kalangan pelajar.

“Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan BNN sangat penting agar generasi muda Bangka Selatan terlindungi dari ancaman yang dapat merusak masa depan mereka,” pungkas Hendra Amoer. (Eboy)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!