Solidaritas Karyawan PT TIMAH Tbk Mengalir, ERG Perluas Bantuan ke Tiga Provinsi

PANGKALPINANG, GARUDA MERDEKA — Gelombang solidaritas keluarga besar PT TIMAH Tbk kembali mengalir untuk membantu para korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dukungan moral dan materi dari para karyawan menjadi energi utama perusahaan dalam memperluas misi kemanusiaan melalui Tim Emergency Response Group (ERG), yang diberangkatkan kembali pada Senin (8/12/2025).
Tak hanya mengandalkan bantuan perusahaan, paket logistik yang dibawa tim kali ini sebagian besar merupakan hasil donasi yang dihimpun oleh Ikatan Karyawan Timah (IKT). Mulai dari pakaian, makanan, selimut, susu bayi, hingga obat-obatan—semuanya dikumpulkan sebagai wujud empati para karyawan untuk meringankan beban saudara-saudara mereka di wilayah terdampak.
Antusiasme ini terus mengalir bahkan setelah pengiriman pertama dilakukan pekan lalu ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Melihat tingginya respons karyawan serta bertambahnya titik bencana yang membutuhkan bantuan, PT TIMAH Tbk memutuskan untuk kembali mengerahkan personel dan menambah logistik.
Dalam keberangkatan tahap kedua ini, 10 personel ERG diturunkan. Dua di antaranya telah bergerak lebih dahulu guna memetakan situasi lapangan dan memastikan jalur aman dilalui. Sementara delapan personel lainnya berangkat hari ini membawa tambahan beras, pakaian layak pakai, makanan instan, peralatan kebersihan, serta kebutuhan darurat lainnya.
Bantuan akan disalurkan ke Nagari Padang Laweh Malalo dan Nagari Guguak Malalo di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat; Aceh Tamiang; serta titik lanjutan terdampak di Kabupaten Langkat.
Ketua ERG PT TIMAH Tbk, Ali Samsuri, mengatakan bahwa kekuatan terbesar dalam setiap misi kemanusiaan bukan hanya peralatan dan armada, melainkan semangat kebersamaan seluruh keluarga besar perusahaan.
“Solidaritas ini luar biasa. Donasi dari karyawan terus berdatangan, menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi. Misi ini bukan hanya tugas ERG, tetapi gerakan bersama seluruh keluarga besar PT TIMAH Tbk,” ujarnya.
Ali menegaskan pentingnya menjaga keselamatan tim dalam perjalanan darat yang panjang dan penuh tantangan. Ia mengingatkan agar seluruh personel tetap menjaga kondisi fisik, istirahat bergantian, dan tidak memaksakan diri.
“Tujuan kita adalah membantu saudara-saudara kita. Tapi keselamatan tim harus selalu nomor satu,” tegasnya.
Dengan masih mengalirnya donasi dari karyawan dan berkembangnya kondisi di lapangan, PT TIMAH Tbk membuka kemungkinan pengiriman bantuan susulan. Semangat kolektif inilah yang terus menjadi kekuatan perusahaan dalam menebar kemanusiaan ke wilayah-wilayah terdampak bencana. (Shin)





