Dekatkan Politik ke Rakyat, PDIP Sapa Warga Gabek Lewat Kampanye Humanis Udin-Dessy

PANGKALPINANG – Di tengah dinamika politik menjelang Pilkada Ulang 2025, PDIP Pangkalpinang menempuh jalur berbeda, bukan sekadar mengampanyekan pasangan calon, tapi juga menghadirkan wajah politik yang lebih humanis, santun, dan partisipatif.
Senin (4/8/2025), suasana di Kelurahan Gabek 2, Kecamatan Gabek terasa berbeda. Sejumlah kader dan simpatisan PDIP tampak menyusuri gang-gang sempit, mendatangi rumah-rumah warga, berbincang hangat, dan menyapa dengan senyum.
Mereka bukan datang membawa janji-janji kosong, melainkan membawa pesan perubahan lewat sosok Saparudin dan Dessy Ayutrisna (Udin-Dessy), pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 3.
“Kami ingin warga merasakan bahwa politik itu bukan sekadar rebutan kursi, tapi soal kehadiran nyata, mendengar, dan menyentuh hati rakyat,” ungkap Yugo Saldian, Koordinator Lapangan PDIP Pangkalpinang.
Lebih dari 100 rumah telah dikunjungi dalam sehari. Warga disambut dengan sapaan ramah, diberi penjelasan tentang visi dan program Udin-Dessy, serta diajak berdialog. Bahkan sebagian besar warga dengan sukarela memasang stiker pasangan Udin-Dessy di pintu dan jendela rumah mereka sebagai bentuk dukungan moral.
Tak sekadar bergerak, kampanye ini disiapkan secara terstruktur dan tertib. PDIP menurunkan 10 personel khusus lapangan, serta memastikan seluruh kegiatan berada dalam koridor hukum dengan pengawasan Panwaslu Kecamatan Gabek dan pengamanan dari aparat kepolisian.
“Kami tetap patuhi aturan kampanye. Ini bukan operasi senyap atau manipulatif, tapi kampanye terbuka dan santun. Kami ajak, bukan paksa. Kami sampaikan visi, bukan mencaci lawan,” tegas Yugo.
PDIP memahami bahwa sekadar mengibarkan bendera atau mengumbar janji di atas panggung tidak cukup. Karena itu, mereka memilih mendekat langsung ke rakyat. Cara ini dianggap lebih efektif dalam membangun kesadaran politik, terutama di tengah kondisi kepercayaan publik yang sering kali luntur oleh gaya kampanye agresif dan elitis.
“Kami percaya, warga yang paham akan memilih dengan hati. Kami hadir untuk menjelaskan siapa Prof Udin dan Cece Dessy, bukan hanya sebagai calon, tapi sebagai pribadi yang punya komitmen untuk melayani,” ujar Yugo.
Selain door to door, PDIP juga aktif menggelar kampanye dialogis dengan tokoh agama, pemuda, komunitas, dan masyarakat akar rumput lainnya. Bagi mereka, demokrasi yang sehat lahir dari ruang dialog yang terbuka dan saling menghormati.
Kampanye ini bukan tanpa misi besar. Selain menggalang dukungan untuk Udin-Dessy, PDIP juga ingin mengajak masyarakat untuk tidak apatis terhadap politik.
“Pilkada ini bukan sekadar memilih wali kota, tapi menentukan masa depan kota kita lima tahun ke depan. Jangan golput. Mari ke TPS pada 27 Agustus, gunakan hak suara dengan bijak,” ajak Yugo penuh semangat.
Menariknya, dalam kampanye ini tak ada retorika menyerang lawan atau kampanye hitam. PDIP dengan tegas mengedepankan politik nilai, bukan politik transaksional.
“Kita tak mau kampanye dengan saling jatuhkan. Politik itu harus mendidik. Kita hadir untuk menyampaikan gagasan, bukan memprovokasi,” tambahnya.
Ke depan, kampanye dengan pendekatan langsung ke rakyat, langsung ke hati ini akan dilanjutkan ke kelurahan lain. PDIP menargetkan seluruh wilayah strategis akan disentuh dengan model kampanye serupa.
Dengan pendekatan yang lebih membumi ini, PDIP berharap masyarakat Pangkalpinang tak hanya mengenal sosok Udin-Dessy sebagai calon pemimpin, tetapi juga sebagai representasi perubahan yang lahir dari kedekatan dan empati kepada rakyat. (YG)





