Prof Udin Ziarah ke Makam Bang Zul, Siap Lanjutkan Perjuangan Membangun Pangkalpinang

SUNGAILIAT — Dalam suasana penuh haru dan ketenangan, Prof. Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin, bakal calon Wali Kota Pangkalpinang 2025, melakukan ziarah ke makam almarhum Zulkarnain Karim, Wali Kota Pangkalpinang dua periode yang dikenal sebagai sosok pemimpin visioner dan dicintai rakyat.
Ziarah ini berlangsung pada Selasa (21/7/2025) pagi di Pemakaman Parit Padang, Sungailiat, Kabupaten Bangka. Prof Udin hadir bersama istri tercinta yang akrab di sapa Bunda Susanti dan didampingi tokoh budaya Bangka Belitung, Ahmadi Sofyan alias Atok Kulop, yang juga merupakan mantan asisten pribadi almarhum Zulkarnain Karim.
Dalam keterangannya kepada awak media, Prof Udin menyampaikan bahwa ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan, sekaligus bentuk pengingat akan pentingnya meneruskan semangat dan dedikasi Bang Zul dalam membangun Pangkalpinang.
“Kunjungan ini adalah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih saya kepada almarhum Bang Zul. Beliau telah mencurahkan hidupnya untuk membangun kota ini. Kita doakan agar Allah menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Prof Udin.
Namun, lebih dari sekadar berziarah, Prof Udin menyiratkan pesan penting: bahwa perjuangan Bang Zul belum selesai, dan ia siap melanjutkan tongkat estafet tersebut dengan niat tulus dan komitmen kuat.
“Saya belajar banyak dari beliau. Bang Zul membangun Pangkalpinang dengan cinta, keteguhan, dan visi. Kini, saatnya saya meneruskan perjuangan itu. Bukan untuk menyaingi, tapi melanjutkan yang telah beliau rintis,” tegas Prof Udin.
Sementara itu, Atok Kulop, yang turut hadir, mengungkapkan kisah kedekatan antara almarhum Zulkarnain dan Prof Udin yang telah terjalin sejak lama.
“Prof Udin itu bukan orang baru bagi keluarga Bang Zul. Beliau sering berdiskusi, silaturahmi, dan menjaga hubungan meskipun Bang Zul sudah tidak menjabat. Ini bukan kunjungan politik. Ini kunjungan hati,” tutur Atok dengan nada haru.
Menurut Atok, semasa hidupnya, Bang Zul sangat menghargai semangat intelektual dan sosial Prof Udin. Ia yakin, jika Bang Zul masih hidup, ia akan mendukung Prof Udin sebagai pemimpin penerus yang memahami esensi pelayanan dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
“Saya yakin secara moral, almarhum Bang Zul merestui Prof Udin. Karena beliau tahu, Prof Udin adalah pribadi yang menghormati masa lalu dan punya visi untuk masa depan,” tambahnya.
Ziarah ini menjadi lebih dari sekadar agenda pribadi. Ia menjelma menjadi pesan politik dan kemanusiaan: bahwa dalam membangun sebuah kota, menghormati jejak pendahulu adalah bagian dari membangun peradaban yang utuh.
Prof Udin, dalam langkah ziarahnya, membawa pesan: masa depan Pangkalpinang harus dibangun di atas fondasi kebijaksanaan dan keteladanan masa lalu, bukan sekadar ambisi politik.
“Ziarah ini bukan penutup, tapi pembuka. Inilah langkah awal saya untuk memulai perjuangan yang penuh nilai dan makna,” pungkas Prof Udin dengan mata yang berkaca-kaca. (Yudi)





