BangkaBangka BelitungBerandaBerita

Lingga Pranata: Pelabuhan Belinyu Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Kebangkitan Sejarah dan Jati Diri Ekonomi Masyarakat

BANGKA — Pembangunan pelabuhan terbesar di Asia Tenggara yang direncanakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Tanjung Gudang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, tak hanya dinilai sebagai proyek infrastruktur berskala besar, tetapi juga sebagai momentum kebangkitan sejarah dan jati diri ekonomi masyarakat Belinyu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Belinyu, Lingga Pranata, yang menyatakan bahwa pembangunan ini akan menjadi babak baru dalam perjalanan Belinyu sebagai wilayah strategis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Pelabuhan Belinyu ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah kebangkitan sejarah dan jati diri ekonomi masyarakat. Dulu Belinyu adalah pusat logistik timah. Pelabuhannya aktif sejak zaman kolonial Belanda. Sekarang, sejarah itu kita hidupkan kembali dalam versi yang lebih besar, lebih modern, dan penuh harapan untuk masyarakat,” kata Lingga, Rabu (9/7/2025).

Tanjung Gudang, lokasi yang kini akan dibangun pelabuhan, sejak lama dikenal sebagai salah satu pelabuhan penting di era kolonial. Pada masa itu, Belinyu menjadi simpul utama distribusi dan ekspor timah dari Bangka. Aktivitas pelabuhan yang dulunya sangat hidup, perlahan meredup seiring perubahan jalur distribusi nasional.

Kini, pemerintah provinsi menghadirkan kembali semangat masa lalu tersebut melalui konsep pelabuhan modern yang bukan hanya untuk logistik, tetapi juga mencakup kawasan industri, pariwisata, dan perdagangan.

“Kami ingin Belinyu kembali menjadi denyut ekonomi Bangka Belitung, tapi dengan wajah yang lebih maju dan terintegrasi. Ini bukan nostalgia, ini langkah konkret memajukan masa depan,” ujar Lingga.

Rencana pembangunan pelabuhan ini akan menjadikan Belinyu sebagai pusat ekonomi baru dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain:

Terminal kontainer dan peti kemas untuk ekspor-impor skala internasional,

Kawasan industri pengolahan hasil tambang, laut, dan perkebunan,

Terminal wisata dan penumpang,

Zona perdagangan UMKM dan kuliner lokal,

Fasilitas pelatihan kerja dan pusat pengembangan ekonomi maritim.

Baca juga  Stunting Melonjak! Bangka Selatan Terparah di Babel, Dinkes Provinsi Siap Evaluasi Total

Proyek ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung, sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Pulau Bangka bagian utara.

Pembangunan pelabuhan ini akan didanai tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng investor strategis melalui skema kerja sama yang dinilai lebih efisien, berkelanjutan, dan minim risiko fiskal.

Bagi Camat Lingga, model pembiayaan ini menunjukkan bahwa pembangunan dapat dilakukan dengan strategi inovatif, tanpa membebani keuangan daerah, tetapi tetap memberikan dampak luas bagi masyarakat lokal.

“Inilah bentuk pembangunan yang tidak membebani rakyat, tapi hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini bukti bahwa pembangunan bisa inklusif,” tuturnya.

Warga Belinyu disebut menyambut baik rencana ini. Banyak masyarakat, terutama generasi muda, mulai melihat potensi baru di kampung halamannya sendiri. Beberapa bahkan berharap tak perlu lagi merantau jauh ke luar daerah untuk mendapatkan pekerjaan layak.

“Kami ingin anak-anak muda bisa hidup sejahtera di tanah sendiri. Pelabuhan ini adalah peluang besar yang harus kita jaga dan manfaatkan,” kata Lingga.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menjaga kelancaran proyek strategis ini.

“Ini milik bersama. Bukan hanya proyek pemerintah, tapi cita-cita kita sebagai warga Belinyu. Mari kita dukung, jaga, dan sukseskan bersama-sama,” pungkasnya.

Pembangunan pelabuhan di Belinyu bukan hanya tentang beton dan dermaga, tetapi tentang menghidupkan kembali jati diri ekonomi yang telah lama tertidur. Dari pusat logistik timah era kolonial, Belinyu kini bersiap menjadi ikon kemajuan maritim Indonesia di era modern.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan sejarah panjang yang menjadi fondasi kuat, Belinyu tak hanya akan bangkit, tetapi akan melaju sebagai motor baru ekonomi Bangka Belitung dan Asia Tenggara. (Tri)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!