PT Timah Tbk Genjot Transisi Energi, Kurangi Konsumsi 418 Ribu Gigajoule dalam Setahun

PANGKALPINANG — PT Timah Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui berbagai inisiatif pengelolaan energi di seluruh lini bisnis perusahaan, Senin (28/4/2025).
Langkah ini sejalan dengan visi global untuk mengakselerasi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dan menurunkan emisi karbon demi keberlanjutan lingkungan.
Perusahaan pelat merah ini mengimplementasikan transisi energi mulai dari tahap eksplorasi, penambangan, pengolahan, peleburan hingga operasional perkantoran.
Beberapa inisiatif utama yang dijalankan meliputi selective mining, efisiensi energi, substitusi bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan, PLNisasi di Site Mentok, pemasangan solar panel (Solar Photo Voltaic), hingga penggantian lampu konvensional menjadi LED hemat energi.
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, mengungkapkan bahwa seluruh inisiatif tersebut telah membuahkan hasil nyata. Pada tahun 2024, PT Timah berhasil mengurangi konsumsi energi dari seluruh sektor usaha sebesar 418.645,6 Gigajoule (GJ) atau setara dengan penurunan 22,69% dibandingkan konsumsi energi pada tahun 2023.
“Berdasarkan hasil evaluasi, inisiatif yang dilakukan menunjukkan dampak positif dalam menurunkan konsumsi energi secara signifikan. Ini menjadi bukti keseriusan PT Timah dalam mempercepat transisi energi,” ujar Anggi.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah penerapan selective mining dengan penggunaan peralatan yang lebih efisien serta optimalisasi operasional mesin untuk mengurangi konsumsi energi.
Di sektor produksi, PT Timah juga melakukan rekondisi mesin melalui program Overhaul Main Engine pada alat-alat produksi mulai dari eksplorasi, penambangan, hingga pengolahan dan peleburan.
Dalam mendukung penggunaan energi baru terbarukan, perusahaan secara bertahap mengganti kendaraan operasional dengan kendaraan hybrid, mengimplementasikan penggunaan Biodiesel B35, dan sejak Februari 2025 mulai beralih menggunakan Biodiesel B40. Selain itu, PT Timah juga mulai mengoperasikan forklift berbasis listrik untuk mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Langkah besar lainnya adalah PLNisasi, yakni switching daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke jaringan listrik PLN di sektor pengolahan dan peleburan Site Mentok, yang terbukti mampu mengurangi penggunaan bahan bakar diesel.
Tidak hanya itu, PT Timah juga melakukan pemasangan panel surya (Solar Photo Voltaic) sebesar masing-masing 10 kWP di area reklamasi Air Jangkang Pulau Bangka dan Air Selinsing Pulau Belitung. Pemasangan ini mendukung penyediaan energi bersih di area reklamasi perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan juga melakukan penggantian lampu TL dengan lampu LED, termasuk mengganti lampu berkonsumsi tinggi dengan lampu berdaya lebih rendah tanpa mengurangi kualitas pencahayaan.
“Inisiatif pengurangan konsumsi energi yang kami lakukan bukan hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mengubah pola pikir dan budaya kerja seluruh insan perusahaan. Ini adalah perjalanan kolektif menuju bisnis yang lebih berkelanjutan,” tegas Anggi.
Lebih jauh, PT Timah menegaskan bahwa inisiatif pengelolaan energi ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perusahaan untuk mendukung pencapaian target nasional Net Zero Emission.
Selain itu, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang. (Shin)
sumber: www.timah.com





