Dapat Dukungan Cabor, Anash Barokah Pilih Mundur Demi Menjaga Marwah Olahraga Bangka Selatan

BANGKA SELATAN – Keputusan mengejutkan datang dari Anash Barokah, S.Pd., S.IP. Meski telah mengantongi dukungan dari sejumlah cabang olahraga (cabor) untuk maju sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangka Selatan, ia justru memilih mundur dari bursa pencalonan, Kamis (14/8/2025).
Sebelumnya, Anash sempat mengambil formulir pencalonan pada hari terakhir masa pendaftaran.
Namun, hingga batas akhir pengembalian berkas yang ditetapkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Bangka Selatan, formulir tersebut tidak pernah diserahkan.
Bagi sebagian insan olahraga, langkah ini terbilang mengejutkan. Bagaimana tidak, dukungan cabor agar Anash maju semakin kuat belakangan ini. Banyak yang menilai dirinya bisa membawa semangat baru dalam tubuh KONI Bangka Selatan. Namun, di balik layar, Anash sudah lebih dulu mengambil keputusan penting: menempatkan kepentingan olahraga di atas ambisi pribadi.
“Dukungan dari sejumlah cabor adalah sebuah kehormatan yang besar bagi saya. Namun kepentingan olahraga dan persatuan insan olahraga Bangka Selatan harus ditempatkan di atas ambisi pribadi. Ada norma dan etika yang harus kita junjung bersama,” tegas Anash dengan nada tenang.
Keputusan mundurnya Anash bukan karena ragu akan kapasitasnya, melainkan berangkat dari keyakinan bahwa etika berorganisasi harus menjadi pondasi utama dalam memimpin.
Menurutnya, menjaga kondusivitas organisasi dan marwah olahraga daerah lebih penting daripada sekadar mengejar jabatan.
Meski tak maju sebagai calon Ketua KONI, kiprah Anash di dunia olahraga tidak akan berhenti. Sebagai Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bangka Selatan, mantan atlet karate yang pernah berlaga di ajang bergengsi nasional, serta Staf Khusus Ketua FORKI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ia terus konsisten mengangkat prestasi atlet karate hingga level nasional.
Anash menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen membina atlet muda, membuka jalan bagi mereka menuju prestasi tertinggi, sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan KONI Bangka Selatan ke depan. Ia berharap organisasi olahraga di daerah ini dapat berjalan profesional, transparan, dan berprestasi di bawah nakhoda terpilih nanti.
“Ini murni pertimbangan pribadi yang saya pikirkan matang-matang. Namun saya tetap mendukung proses pemilihan Ketua KONI yang berjalan sesuai aturan demi kepentingan olahraga Bangka Selatan,” tambahnya.
Langkah yang diambil Anash pun menuai apresiasi dari berbagai pihak. Banyak yang menilai sikap ini mencerminkan jiwa kenegarawanan seorang pemimpin muda—berani menyingkirkan ambisi pribadi, menomorsatukan kepentingan bersama, dan tetap berkontribusi melalui jalur lain demi kemajuan olahraga daerah.
Dengan mundurnya Anash, bursa pencalonan Ketua KONI Bangka Selatan kini semakin mengerucut kepada kandidat yang telah memenuhi seluruh persyaratan pendaftaran. Dinamika pemilihan pun semakin menarik untuk dinanti, siapa yang akhirnya dipercaya memimpin KONI Bangka Selatan periode mendatang. (Eboy)





