BangkaBangka BelitungBeritaPangkalpinang

Diserang Isu BUMD, Prof Udin Tegaskan Fakta Tanpa APBD Torehkan Rekam Jejak Kemandirian Finansial

PANGKALPINANG — Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang di Kota Pangkalpinang, suhu politik kian memanas.

Salah satu bakal calon Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif yang akrab disapa Prof Udin, kembali menjadi sasaran isu miring terkait masa kepemimpinannya di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bangka Belitung.

Isu tersebut kembali dihembuskan dan dinarasikan oleh pihak tertentu sebagai amunisi politik untuk merusak citra dan membangun opini negatif di tengah masyarakat.

Padahal, kiprah Prof Udin selama menjabat sebagai Direktur Utama PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BUMD Babel) periode 2019–2022 justru menorehkan sederet prestasi berbasis kemandirian finansial tanpa menggunakan sepeserpun dana APBD.

Tegaskan Tidak Gunakan Dana APBD: “Kami Bergerak Mandiri”

Dalam wawancara khusus bersama media usai menghadiri pertemuan dengan warga di salah satu kelurahan di Kota Pangkalpinang, Jumat malam (18/7/2025), Prof Udin memberikan klarifikasi terbuka terkait isu yang kembali dimunculkan ke publik.

“Ini pertanyaan edukasi bagi masyarakat. Saya bersyukur diberikan ruang menjelaskan fakta yang benar. Selama saya memimpin BUMD Babel, tidak pernah menerima penyertaan modal dari Pemprov maupun dana APBD. Kami bergerak mandiri,” tegas Prog Udin dengan nada lugas namun santai.

Ia menjelaskan bahwa strategi yang ditempuh adalah menggandeng investor swasta dan membangun kolaborasi dengan kementerian/lembaga pusat untuk mendorong program-program strategis di daerah, tanpa membebani anggaran daerah.

Program Unggulan: Dari Berkah Mart hingga Pabrik Pengolahan Beras

Selama menjabat, Prof Udin fokus pada perbaikan tata kelola administrasi dan keuangan perusahaan. Hasilnya, BUMD Babel mampu menjalankan berbagai inisiatif yang menyentuh kebutuhan masyarakat tanpa intervensi anggaran daerah.

Salah satu program yang paling dikenal masyarakat adalah Berkah Mart — jaringan toko kebutuhan pokok yang tersebar di sejumlah desa.

Dalam program ini, BUMD Babel hanya berperan sebagai penyedia barang melalui Distribution Center (DC) yang dikelola oleh pihak ketiga, PT. Babel Berkah Usaha Bersama (BBUB). Sedangkan pengelolaan toko di lapangan sepenuhnya dilakukan oleh masing-masing BUMDes.

“Ini adalah konsep distribusi cerdas. Kita tidak ambil alih usaha masyarakat, tapi justru memberdayakan mereka lewat model distribusi kolaboratif,” jelasnya.

Selain itu, Prof Udin juga berhasil menghidupkan kembali Pabrik Pengolahan Beras Premium di Batu Betumpang, Pulau Besar, yang sebelumnya mangkrak selama lebih dari satu dekade.

Baca juga  Gubernur Babel Hidayat Arsani Sambut Kedatangan Kepala BIN RI di Bandara Depati Amir

Pabrik ini kembali beroperasi berkat kerja sama dengan PT. Bumi Pangan Digdaya, yang memungkinkan hasil panen petani lokal diolah menjadi beras berkualitas tinggi.

Pabrik Limbah B3 dan Solusi Tata Niaga Lada

Terobosan lain yang membanggakan adalah pembangunan Pabrik Pengolahan Limbah B3 pertama dan satu-satunya di Bangka Belitung, yang terletak di Kawasan Industri Sadai. Meski pembangunannya telah rampung, pabrik ini masih menunggu izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Proyek besar ini juga tidak menggunakan dana APBD, murni hasil kerja sama strategis dengan pemerintah pusat dan mitra usaha,” tegasnya.

Prof Udin juga mencatat prestasi di sektor pertanian melalui inisiatif Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Lada Babel, yang menjadi solusi terhadap carut-marut tata niaga lada di Bangka Belitung. KPB ini menggabungkan kekuatan petani, koperasi, eksportir, dan pemegang indikasi geografis lada untuk menciptakan sistem ekspor yang tertib dan menguntungkan semua pihak.

Transparan dan Taat Pajak: “Kami Bayar, Kami Tertib”

Di akhir masa jabatannya, Prof Udin juga dikenal tegas dalam urusan pajak. Ia memastikan perusahaan di bawah kepemimpinannya rutin membayar pajak, bahkan bersedia mengambil tanggung jawab menyelesaikan tunggakan lama sejak tahun 2015–2016.

“Kami audit internal dan temukan ada tunggakan lama. Saya ambil alih tanggung jawab itu dan melakukan negosiasi dengan otoritas pajak untuk melunasi secara bertahap,” ungkapnya.

Komitmen Bangun Pangkalpinang Tanpa Ketergantungan

Dengan rekam jejak tersebut, Prof Udin membawa semangat baru ke dalam pencalonannya sebagai Wali Kota Pangkalpinang. Ia menawarkan model kepemimpinan yang transparan, efisien, dan berbasis kemandirian fiskal.

“Prinsip saya sederhana: membangun dengan akal sehat, bukan dengan ketergantungan pada bantuan terus menerus. Jika provinsi bisa mandiri, Pangkalpinang juga bisa,” pungkasnya dengan tegas.

Di tengah riuhnya kontestasi politik dan serangan isu, Prof Udin tampil dengan pendekatan terbuka dan argumentatif, menyodorkan data dan capaian sebagai tameng menghadapi fitnah.

Rekam jejaknya menjadi bukti bahwa pembangunan tidak harus bergantung pada anggaran daerah, melainkan pada visi, integritas, dan kemauan berkolaborasi.

Jika dinamika politik terus menajam, publik tentu perlu melihat lebih jernih: antara propaganda dan prestasi — dan dalam hal ini, Prof Udin menunjukkan dirinya siap diuji di ruang publik, dengan bukti bukan janji. (Yudi)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!