MTQH XXXIV Pangkalpinang Ditutup, Pemkot Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan generasi Qurani melalui Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist Nabi (MTQH) XXXIV Tingkat Kota Pangkalpinang Tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam acara penutupan MTQH XXXIV Tingkat Kota Pangkalpinang yang berlangsung di Ruang Pertemuan Tudung Saji (Ruang Betason), Minggu (4/10/2026) malam.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang Prof Saparudin Masyarif, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, menghadiri sekaligus menyampaikan pesan Pemerintah Kota Pangkalpinang pada momentum penutupan tersebut.
Agustu Efendi didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Pangkalpinang.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Pangkalpinang memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan hakim, panitia, pendamping, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQH XXXIV.
MTQH tidak hanya dipandang sebagai ajang perlombaan untuk mencari peserta terbaik, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan dalam membaca, memahami, menghafal maupun mengamalkan kandungan Al-Qur’an dan hadis, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter religius, berakhlak dan berprestasi.
Pemkot Pangkalpinang berharap semangat MTQH tidak berhenti setelah acara ditutup. Nilai-nilai yang diperoleh selama pelaksanaan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Selain itu, para peserta terbaik diharapkan mampu menjadi duta Kota Pangkalpinang pada ajang MTQH di tingkat yang lebih tinggi.
Pemerintah Kota Pangkalpinang juga menilai pembinaan secara berkelanjutan menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas para qari, qariah, hafiz, hafizah dan peserta cabang lainnya.
Dengan demikian, MTQH bukan sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi salah satu instrumen dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Penutupan MTQH XXXIV Kota Pangkalpinang 2026 pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis dan berakhlak. (GM)





