Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Kekeringan Ekstrem Kepung Babel, BMKG Tetapkan Lima Daerah Status Awas

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Musim kemarau panjang mulai mengancam berbagai sektor kehidupan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang menetapkan status Awas kekeringan meteorologis di lima kabupaten.

Peringatan dini tersebut dirilis BMKG pada 10 September 2026 untuk periode Dasarian I September dan berlaku 11–20 September 2026.

Ketua Tim Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Depati Amir, Slamet Supriyadi, mengatakan kondisi kekeringan yang terjadi saat ini telah masuk kategori ekstrem.

“Kita sudah tidak hujan dua bulan lebih. Kondisi ini yang membuat Hari Tanpa Hujan di Babel sangat panjang, lebih dari 60 hari berturut-turut,” ujar Slamet, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, masyarakat masih harus bersabar karena musim hujan diprediksi baru mulai memasuki wilayah Babel pada November mendatang.

Berdasarkan peta Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Babel yang dirilis BMKG, tidak ada wilayah yang berada pada kategori Aman maupun Waspada.

Dua wilayah, yakni Kabupaten Bangka Barat dan Kota Pangkalpinang, berada pada level Siaga. Sementara lima daerah lainnya masuk kategori Awas, yang merupakan level tertinggi, yakni Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur.

Baca juga  PT Timah Bantu Fasilitas Teras Manggar, Dukung UMKM dan Musisi Lokal

“Hampir 70 persen wilayah kita statusnya Awas. Curah hujan dasarian sangat minim, di bawah 50 milimeter. Ini sudah masuk kekeringan meteorologis ekstrem,” jelasnya.

Slamet mengatakan kemarau panjang tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas. Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat seiring mengeringnya vegetasi dan lahan.

Selain itu, kualitas udara berpotensi menurun akibat debu dan kabut asap. Kondisi tersebut juga dapat mengancam ketersediaan air bersih serta produktivitas pertanian, khususnya lahan kering.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap kesehatan, BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Warga juga disarankan menggunakan tabir surya, pakaian berlengan dan bercelana panjang, topi, kacamata, serta penutup kepala berwarna putih untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga imunitas tubuh dengan memenuhi kebutuhan nutrisi, vitamin, dan mineral melalui konsumsi buah serta sayuran.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, menghemat penggunaan air, serta terus mengikuti informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi @bmkg_babel dan Papan Iklim Babel.

“Kondisi ini masih akan berlangsung sampai November. Jadi kita harus tetap siaga,” pungkas Slamet. (GM)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!