BNN Bangka Selatan Edukasi Bahaya Narkoba di MI Sinar Islam Toboali Lewat Program ANANDA Bersinar

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan terus menggencarkan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini melalui program ANANDA Bersinar.
Kali ini, Tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BNNK Bangka Selatan menyambangi MI Sinar Islam Toboali untuk memberikan Informasi dan Edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut menghadirkan petugas Tim KIE BNNK Bangka Selatan, yakni Aisyah, S.Sos dan Amelia Meda Septira, SKM.
Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, S.E., M.M., mengatakan edukasi tentang bahaya narkoba perlu dilakukan sejak dini sebagai langkah membangun ketahanan diri anak dalam menghadapi berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Para siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian narkoba, berbagai jenis narkotika, serta dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan,” ujar Hendra Amoer.
Selain itu, Tim KIE juga menjelaskan alur rehabilitasi dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun ketahanan diri agar anak-anak mampu menolak ajakan untuk menggunakan narkoba.
Para siswa MI Sinar Islam mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka menyimak materi yang disampaikan dan turut memberikan jawaban ketika mendapatkan pertanyaan dari petugas BNNK Bangka Selatan.
“Tidak hanya narkotika, anak-anak juga diingatkan untuk menjauhi berbagai bahan adiktif lainnya. Tim KIE menjelaskan bahaya rokok dan lem aibon terhadap kesehatan serta dampaknya bagi pertumbuhan dan masa depan anak,” tutur Hendra Amoer.
BNNK Bangka Selatan menilai generasi muda merupakan aset strategis sekaligus penerus cita-cita bangsa. Karena itu, pembentukan karakter dan ketahanan diri terhadap narkoba harus dilakukan sejak anak-anak berada di lingkungan pendidikan.
“Melalui program ANANDA Bersinar, BNNK Bangka Selatan berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki komitmen untuk menjauhi narkotika dan bahan adiktif lainnya,” tegas Hendra Amoer.
Kegiatan edukasi tersebut juga merupakan bagian dari implementasi MoU antara BNNK Bangka Selatan dengan Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan dan jajaran pendidikan Islam dalam memperkuat pelaksanaan P4GN di lingkungan pendidikan. (GM)





