Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Gubernur Hidayat Arsani dan Wawako Dessy Dampingi Menteri Wihaji Pastikan Bantuan Stunting Tepat Sasaran

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, meninjau langsung keluarga berisiko stunting (KRS) di Kelurahan Ketapang, Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dan program percepatan penurunan stunting benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.

Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Wihaji di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk menekan angka stunting melalui pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi kediaman Ibu Soleha di Kelurahan Ketapang. Rumah tersebut menjadi salah satu lokasi penerima manfaat yang berada di wilayah layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lontong Pancur Pangkalpinang.

Selain berdialog dengan keluarga penerima manfaat, Menteri Wihaji bersama Gubernur Hidayat Arsani dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna menyerahkan bantuan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Mereka juga memastikan pendampingan gizi terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di Bangka Belitung.

Menteri Wihaji menegaskan bahwa intervensi pemerintah diprioritaskan kepada keluarga yang benar-benar masuk kategori berisiko stunting agar penanganannya lebih efektif dan tepat sasaran.

“Karena itu, dengan segala prioritasnya, inilah yang menjadi prioritas kita bantu sesuai dengan kewenangan kita yang mengurusi stunting, khususnya keluarga risiko stunting,” ujar Wihaji.

Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar setiap program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program penanganan stunting harus menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk memastikan bantuan dan pendampingan berjalan efektif sehingga mampu melahirkan generasi Bangka Belitung yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” kata Hidayat Arsani.

Baca juga  Gubernur Hidayat Arsani Ajak Warga Babel Sukseskan Pendataan BPS

Kehadiran Menteri, Gubernur, dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang disambut hangat warga. Salah seorang penerima manfaat, Ibu Firda, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya, Ibu Firda, mengucapkan terima kasih atas bantuan Bapak Menteri dan Bapak Gubernur. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan,” tuturnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ibu Soleha yang sedang mengandung dan menjadi salah satu penerima bantuan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang saya terima dari Bapak Menteri dan Bapak Gubernur. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi saya dan keluarga. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan. Aamiin,” ujarnya.

Lurah Ketapang, Daryansih, turut mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Babel terhadap masyarakat di wilayahnya.

“Kami atas nama Kelurahan Ketapang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN beserta Bapak Gubernur Babel, Hidayat Arsani. Terima kasih atas kunjungannya kepada warga kami dan bantuan yang telah diberikan,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT 07 Kelurahan Ketapang, Asbullahani. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, khususnya warga di kawasan pesisir yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat sinergi dalam percepatan penurunan stunting melalui intervensi yang tepat sasaran, terintegrasi, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Babel Berdaya 2029. (GM)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!