Bangka BaratBangka BelitungBerandaBeritaPT Timah

Kolaborasi PT TIMAH dan BPBD Bangka Barat, 15 Tangki Air Bersih Disalurkan ke Warga Mentok

BANGKA BARAT, GARUDAMERDEKA.ID — Keterbatasan pasokan air bersih akibat musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bangka Barat, khususnya Kecamatan Mentok. Kondisi tersebut mendorong PT TIMAH (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 15 tangki air bersih disediakan dan ditempatkan di sejumlah titik di Kecamatan Mentok yang mengalami kekeringan. Penempatan tangki dilakukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh air secara terpusat.

Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan, mengatakan pada puncak musim kemarau tahun ini masyarakat di Bangka Barat, khususnya Kecamatan Mentok, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut terjadi karena sumur bor dan sejumlah sumber air lainnya mengalami penurunan debit sehingga tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kita bersama BPBD sudah menempatkan 15 tangki air bersih di sejumlah daerah di Kecamatan Mentok yang mengalami kekeringan,” kata Anggi.

Sementara itu, Kepala BPBD Bangka Barat Syafrizal mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan para pemangku kepentingan.

“Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, menyediakan air bersih saat kekeringan memang membutuhkan kerja sama lintas sektor dan pemangku kepentingan di Kabupaten Bangka Barat,” kata Syafrizal.

Ia menjelaskan, penyaluran air bersih tersebut merupakan hasil koordinasi antara BPBD, PT TIMAH dan Perumdam Tirta Sejiran Setason. Sejumlah wilayah yang membutuhkan pasokan air dipetakan untuk menentukan titik distribusi.

Menurut Syafrizal, kondisi sumber air di sejumlah wilayah Bangka Barat saat ini cukup memprihatinkan akibat kekeringan. Perumdam juga terus berupaya mencari sumber air alternatif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Sumber air yang ada memprihatinkan, namun PDAM tetap berupaya mencari sumber-sumber yang baru agar tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Syafrizal mengatakan penempatan tangki air di sejumlah titik dilakukan agar distribusi lebih terarah sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh air bersih. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan masukan dari RT, RW, kelurahan dan desa, terutama di wilayah yang masyarakatnya mengalami keterbatasan air.

“Kami minta masukan dari RT, RW di masing-masing kelurahan dan desa, di masyarakat mana yang membutuhkan. Berapa KK yang sudah kami layani dan berapa yang terdampak kekeringan di Bangka Barat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tertib saat mengambil air dari tangki yang telah disediakan. Ketertiban diperlukan agar distribusi berjalan lancar dan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga  PT Timah Tbk Perkuat Budaya Kerja Sehat, GERANAT Jadi Garda Terdepan Cegah Narkoba di Lingkungan Perusahaan

“Kita harapkan kepada masyarakat untuk tertib dalam pengambilan air nantinya, jangan rebutan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.

Syafrizal mengapresiasi respons PT TIMAH dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Ia menyebut dukungan tersebut menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor dapat diwujudkan secara cepat dalam bentuk bantuan langsung.

“PT TIMAH sudah responsif. Hari ini saya sampaikan surat, besok pagi langsung dipesan. Ini merupakan nilai plus atas kerja sama dan kolaborasi kita,” katanya.

Menurutnya, koordinasi yang dilakukan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi diwujudkan dalam bentuk bantuan nyata bagi masyarakat.

“Artinya rapat yang kami laksanakan tidak sekadar seremonial belaka, namun diwujudkan dalam bentuk bantuan yang nyata. Terima kasih kami sampaikan kepada PT TIMAH atas bantuan dan kerelaannya dalam membantu masyarakat di Kabupaten Bangka Barat,” ujarnya.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Nurisa, warga RT 02 RW 14 Kelurahan Tanjung, mengatakan keberadaan tangki penampungan air memudahkan warga mendapatkan air ketika bantuan didistribusikan.

“Alhamdulillah, dengan bantuan tangki air ini lebih mudah kami mendapatkan air. Tidak perlu lagi mencari tampungan air. Saat bantuan air bersih datang, kalau kita perlu tinggal buka keran,” katanya.

Hal senada disampaikan Faridah, warga RT 03 RW 14 Kelurahan Tanjung. Ia mengatakan kondisi di wilayahnya cukup sulit mendapatkan air bersih. Bahkan, air yang tersedia terkadang tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Di sini sulit air. Kalaupun ada, tidak layak digunakan. Beruntung mendapat bantuan air bersih, bisa untuk air minum dan masak nasi,” ujarnya.

Faridah mengungkapkan, selama ini warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya bantuan air bersih, pengeluaran untuk membeli air dapat ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan keluarga lainnya.

“Alhamdulillah, selama ini air kita beli. Uangnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya,” tutupnya.

Penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak musim kemarau di Bangka Barat. Sebelumnya, sejumlah instansi juga telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat karena kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan sejumlah sumur warga mengering.

Sumber. : www.timah.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!