Bangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinangPT Timah

PT TIMAH Tanam 36.100 Mangrove Sepanjang 2025, Perkuat Mitigasi Iklim dan Jaga Pesisir

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.IDPT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program penanaman mangrove yang menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan serta target Indonesia mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.

Sepanjang tahun 2025, PT TIMAH telah menanam sebanyak 36.100 bibit mangrove yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau. Program ini menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat mitigasi perubahan iklim.

Pelaksanaan program penanaman mangrove melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, kelompok nelayan, pemerintah daerah, komunitas lingkungan hingga pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dalam operasional perusahaan. Menurutnya, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi karbon.

“Pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan. Penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga mendukung upaya pengendalian perubahan iklim melalui peningkatan kapasitas penyerapan karbon,” kata Anggi.

Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga kawasan pesisir. Selain berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi dan erosi, mangrove juga mampu mengurangi dampak banjir rob serta berbagai ancaman bencana pesisir lainnya.

Baca juga  Indonesia Dorong Pengelolaan Logam Tanah Jarang, Praktisi Penambangan Timah Ichwan Azwardi Paparkan Tantangan dan Peluang REE Nasional

Tak hanya itu, ekosistem mangrove dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon dioksida dari atmosfer. Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi alami dalam mendukung upaya global menekan laju perubahan iklim.

“Mangrove memiliki fungsi yang sangat besar bagi lingkungan. Selain melindungi wilayah pesisir, mangrove juga menjadi penyerap karbon alami yang efektif sehingga berkontribusi dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia,” ujarnya.

Anggi menambahkan, keberadaan mangrove juga berperan penting dalam menjaga kualitas perairan. Mangrove mampu menyerap berbagai polutan, termasuk logam berat dan bahan kimia yang berpotensi mencemari laut.

Karena itu, PT TIMAH terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam program konservasi dan pemeliharaan mangrove. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui program penanaman mangrove yang konsisten, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung terciptanya ekosistem pesisir yang sehat serta berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sumber : www.timah.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!