Kolaborasi BBPMP Babel dan Pemkab Bangka Selatan, Gerakan Tanam Padi Bersama Digelar di Desa Rias

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID – Kolaborasi antara Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung (BBPMP Babel) dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Tanam Padi Bersama yang digelar di lahan sawah Kelompok Tani Setia Kawan I, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mewakili Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, S.T., M.Tr.IP, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan, S.Pi., M.T., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat kementerian, pemerintah provinsi dan kabupaten, TNI, BULOG, Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dari berbagai desa.
Kepala BBPMP Babel, Intan Rahayu, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa sektor pertanian di Bangka Belitung memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Dari total luas baku sawah sebesar 22.561,38 hektare, hanya sekitar 8.817 hektare yang dapat dioptimalkan sebagai lahan sawah aktif. Selebihnya masih berupa vegetasi berat dan sedang, kawasan hutan lindung dan produksi, lahan bera akibat kerusakan irigasi atau intrusi air payau, serta lahan yang telah beralih fungsi.
Berdasarkan data tahun 2025, capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Bangka Belitung mencapai 18.419 hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) sekitar 1,2. Kondisi ini menunjukkan peluang peningkatan IP masih terbuka melalui percepatan tanam, pengelolaan pola tanam yang lebih baik, serta rehabilitasi lahan.
Memasuki tahun 2026, Bangka Belitung melalui Satgas Swasembada Pangan Berkelanjutan mendapat target LTT sebesar 3.927 hektare, yang terdiri atas:
Optimalisasi lahan: 1.500 hektare
Tanam reguler: 910 hektare
Padi gogo: 1.517 hektare
Target luas panen: 818 hektare
Selain itu, ditargetkan dukungan serapan 842 ton jagung, 3.040 ton gabah, serta distribusi 11.033 ton pupuk, dan pembentukan 8 Brigade Pangan tambahan.
Namun hingga Februari 2026, realisasi luas tanam padi di Bangka Belitung baru mencapai 1.156,49 hektare. Sementara berdasarkan data KSA BPS periode Januari–Maret 2026, potensi luas panen diperkirakan mencapai 5.138 hektare, yang berasal dari pertanaman Oktober hingga Desember 2025 seluas 5.026 hektare.
Dalam mendukung percepatan tersebut, tercatat sebanyak 254 penyuluh pertanian di Bangka Belitung telah aktif melaporkan LTT melalui sistem e-Pusluh. Berdasarkan Oplah 2024, telah terbentuk 48 Brigade Pangan dengan luas lahan 10.205 hektare. Realisasi tanam periode Oktober 2024 hingga September 2025 mencapai 11.990,45 hektare dengan IP sebesar 170,94.
Gerakan Tanam Padi Bersama ini juga menjadi wujud modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi drone untuk meningkatkan efisiensi proses tanam, mempercepat pekerjaan di lapangan, serta menghemat tenaga dan biaya produksi.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Haris Setiawan menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Gerakan ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen bersama untuk memastikan proses produksi berjalan optimal dari hulu hingga hilir. Kolaborasi antara pusat, provinsi, dan daerah harus terus diperkuat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi BBPMP Babel dan Pemkab Bangka Selatan, diharapkan percepatan tanam tahun 2026 dapat tercapai, produktivitas meningkat, serta ketahanan pangan daerah semakin kokoh dan berkelanjutan. (Eboy)





