PT TIMAH Gaspol Tekan Emisi Karbon, Percepat Transisi Energi Hijau

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — PT TIMAH terus mempercepat langkah dekarbonisasi melalui berbagai strategi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) guna mendukung target nasional mencapai net zero emisi pada tahun 2060.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan roadmap dekarbonisasi yang mencakup transisi energi, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), hingga program penyerapan karbon berbasis solusi alam.
Salah satu langkah utama yang dilakukan perusahaan adalah mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dengan memanfaatkan biodiesel secara bertahap dari B20 hingga kini mencapai B40 sesuai kebijakan pemerintah.
Selain itu, perusahaan mulai memperluas penggunaan energi terbarukan melalui pemasangan solar cell dan pemanfaatan sumber energi alternatif lainnya untuk mendukung operasional pertambangan yang lebih ramah lingkungan.
Upaya dekarbonisasi juga dilakukan di unit usaha PT Timah Industri melalui penggunaan bahan bakar gas dan pemasangan solar photovoltaic (solar PV) di area operasional maupun kawasan reklamasi.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan, mengatakan transformasi menuju operasional pertambangan hijau menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan.
“Upaya dekarbonisasi menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan untuk mewujudkan operasional pertambangan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Anggi, perusahaan juga mengembangkan berbagai program berbasis solusi alam untuk mendukung pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan, termasuk melalui kegiatan penanaman pohon dan reboisasi hutan sebagai bagian dari carbon offset.
Tidak hanya fokus pada pengurangan emisi, PT TIMAH juga terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.
Perusahaan secara berkala melakukan pemantauan emisi udara dan kualitas udara ambien sekaligus mengoptimalkan penggunaan biodiesel dan mendorong transisi menuju energi rendah emisi lainnya.
Dalam roadmap dekarbonisasi, PT TIMAH juga membuka peluang percepatan penurunan emisi melalui efisiensi energi, penggunaan energi bersih dalam operasional, serta investasi pengembangan bisnis berbasis EBT.
Langkah strategis lain yang telah dilakukan antara lain implementasi solar photovoltaic di Kantor Pusat sebesar 421 kWp, pengembangan penggunaan biodiesel hingga B100, substitusi energi fosil ke energi terbarukan, modifikasi peralatan penambangan, serta elektrifikasi alat angkut dan kendaraan operasional.
Berbagai metode juga diterapkan perusahaan untuk mendukung aktivitas dekarbonisasi seperti penangkapan dan penyimpanan karbon, pengurangan emisi fugitif, pemanfaatan sertifikat energi terbarukan, hingga penggunaan carbon offset.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap upaya nasional menekan emisi karbon menuju net zero emisi 2060.
Sumber : www.timah.com





