PT TIMAH Tbk dan BKKBN Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA Lewat Program TAMASYA

BANGKA BARAT — Komitmen PT TIMAH Tbk dalam mendukung ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas pengasuhan anak kembali diwujudkan melalui kolaborasi dengan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), perusahaan berupaya memperkuat kapasitas pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA) di Bangka Barat.
Dua TPA di Kabupaten Bangka Barat, yakni TPA Bunayya dan TPA Ulul Mauza, menjadi lokasi pendampingan dalam program yang digelar di Gedung Wisma Sriwijaya PT TIMAH Tbk, Mentok, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Babel Dr. Novianti, Kepala Dinas P2KBP3A Bangka Barat Sarbudiyono, Dokter Spesialis Anak dr. Isna Pancabayu, Sp.A, serta Ahli Gizi Puskesmas Mentok, Nurlitta.
Dr. Novianti menjelaskan bahwa Program TAMASYA merupakan layanan penitipan anak terpadu dengan empat pilar utama, yakni pendampingan pengasuh, pemantauan tumbuh kembang, edukasi orang tua, serta fasilitasi rujukan kesehatan dan gizi.
“Sampai saat ini, PT TIMAH Tbk menjadi satu-satunya perusahaan di Bangka Belitung yang mendukung Program TAMASYA. Ini langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus produktivitas orang tua bekerja,” ungkapnya.
Kepala Dinas P2KBP3A Bangka Barat, Sarbudiyono, menyampaikan apresiasi atas komitmen PT TIMAH Tbk dan BKKBN dalam meningkatkan kualitas pengasuhan di TPA.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas pengasuh dan pengelola TPA. Harapannya program ini berjalan lancar dan bisa menjangkau lebih banyak TPA di Bangka Barat,” ujar Sarbudiyono.
Pengelola TPA Bunayya, Marlinda, yang mengasuh 23 anak, mengatakan bahwa pendampingan tersebut menjadi tambahan ilmu penting bagi pengasuh.
“Kami siap menerapkan ilmu yang diberikan demi mendukung tumbuh kembang anak. Terima kasih kepada PT TIMAH Tbk dan BKKBN atas perhatiannya,” katanya.
Ketua Pengelola TPA Ulul Mauza, Supriyatin, juga menyampaikan hal serupa. Dengan empat tenaga pengasuh yang menangani 30 anak, pendampingan ini dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas layanan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapat pendampingan ini. Semoga program ini terus berlanjut dan memberi manfaat besar bagi anak-anak,” ujarnya. (Ayi)
sumber : www.timah.com





