Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Brigjen Pol. Eko Kristianto Ajak Warga Sukadamai Wujudkan Kampung “Bersinar” dan Religi

TOBOALI, GARUDA MERDEKA.id – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNNP Babel), Brigjen Pol, Eko Kristianto, S.I.K., M.Si., bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bangka Selatan (BNNK Basel), Hendra Amoer, S.E., M.M., melaksanakan sholat Jum’at dan silaturahmi dengan jamaah di Masjid Muhajirin, Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan wilayah Kampung Sukadamai pasca‑penegakan hukum terhadap jaringan pengedar narkoba. Sukadamai selama ini telah dikategorikan sebagai daerah rawan narkoba.

Sukadamai disebut oleh Kepala BNNP sebagai wilayah paling rawan peredaran narkotika di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penggerebekan besar‑besaran terjadi di Kampung Sukadamai pada Kamis (6/11/2025), dipimpin langsung oleh Eko Kristianto, bersama tim gabungan termasuk Dirnarkoba Polda Babel dan BNNK Basel. Sebanyak 11 orang berhasil diamankan dari lokasi yang menjadi “sarang” jaringan pengedar narkoba.

Dari hasil operasi tersebut:

Tiga orang menggunakan narkotika jenis ekstasi dan delapan orang pengguna sabu‑sabu.

Barang bukti narkoba jenis sabu‑sabu dan alat isap turut diamankan, dengan total berat bruto sekitar 19,3 gram dalam satu laporan.

Eko Kristianto menegaskan bahwa kehadiran BNNP di Sukadamai bukan sekadar simbolis, melainkan komitmen nyata, dan ia menegaskan “tidak ada tempat aman bagi bandar narkoba”.

Pada kesempatan silaturahmi dengan jamaah Masjid Muhajirin, Eko Kristianto menyampaikan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan dan masyarakat.

Sementara Hendra Amoer menyampaikan bahwa program ini bertujuan menjadikan Sukadamai sebagai kampung yang Bersih Narkoba (Bersinar) sekaligus religius — di mana peran masyarakat, tokoh agama, RT/RW, menjadi ujung tombak pencegahan.

Baca juga  Kapolres Bangka Selatan Jalin Sinergi dengan Kejari untuk Perkuat Penegakan Hukum

“Silaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat menjadi strategi penting untuk menguatkan nilai‑nilai keagamaan sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba.” — Hendra Amoer

Lebih lanjut, dilaporkan bahwa rencana ke depan meliputi:

Penguatan pos pantau terpadu di wilayah pesisir Sukadamai untuk memantau arus masuk narkoba melalui jalur laut.

Kolaborasi antara BNNP, BNNK, Polri/TNI, pemerintah daerah dan masyarakat untuk patroli gabungan.

Edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar banyak kegiatan positif menggantikan ruang “kelabu” yang sebelumnya dimanfaatkan jaringan narkoba.

Harapan dari kegiatan ini adalah agar Sukadamai bisa memulihkan reputasi dan menjadi contoh kampung yang aman, bersih dari narkoba, dan berlandaskan nilai‑keagamaan. Eko Kristianto juga meminta warga untuk aktif sebagai “garda terdepan” pencegahan.

Tantangan yang dihadapi:

Geografis Sukadamai yang merupakan wilayah pesisir dengan akses laut, menjadikannya rawan dimanfaatkan jaringan narkoba lintas daerah.

Persepsi masyarakat yang merasakan bahwa upaya penegakan hukum selama ini “masih main‑main”. Silaturahmi ini salah satu upaya merubah persepsi dan membangun kepercayaan.

Membalikkan tren yang sudah terjadi, dengan sinergi multisektor dan partisipasi aktif warga menjadi kunci sukses.

Dengan langkah ini, BNNP dan BNNK menegaskan bahwa penanggulangan narkoba di Sukadamai bukan hanya target penangkapan, tetapi juga transformasi sosial budaya — menjadikan masyarakat bukan hanya korban atau objek, tetapi pelaku aktif pencegahan. Semoga kampung seperti Sukadamai menjadi model bagi wilayah‑lain. (Joy)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!