Eddy Iskandar Desak OPD Babel Gerak Cepat Tuntaskan 23 Tuntutan BEM

Menurutnya, persoalan yang disampaikan mahasiswa tidak cukup hanya dijawab melalui rapat koordinasi. Pemerintah harus memastikan ada tindak lanjut yang jelas terhadap setiap aspirasi.
Selain itu, Eddy meminta seluruh kepala dinas membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa. Ia menilai akses komunikasi yang mudah akan membantu proses pengawasan dan koordinasi penyelesaian persoalan.
“Jangan sampai ada kepala dinas yang sulit dihubungi. Kita ingin komunikasi dibuka, sehingga mahasiswa bisa memberikan masukan dan bersama-sama mengawal penyelesaian persoalan,” katanya.
Eddy bahkan mendorong para pejabat untuk membuka komunikasi secara langsung atau “open HP” sehingga mahasiswa dapat lebih mudah menyampaikan masukan maupun meminta perkembangan tindak lanjut.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa penting dalam mengawal berbagai persoalan publik. Kritik dan aspirasi yang disampaikan, kata dia, harus menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah.
DPRD Babel pun mendorong agar sinergi antara legislatif, eksekutif dan mahasiswa terus diperkuat sehingga 23 tuntutan tersebut tidak berakhir sebagai catatan administratif.
“Kami menilai kolaborasi tersebut penting agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebatas forum audiensi, tetapi berlanjut pada langkah penyelesaian yang dapat dirasakan masyarakat,” pungkas Eddy. (GM)





