Bangka BelitungBangka SelatanBerandaBerita

Kejari Basel Kampanye Antikorupsi, Sekaligus Bagikan Air Bersih untuk Warga

TOBOALI, GARUDAMERDEKA.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan menggelar kampanye antikorupsi yang dirangkaikan dengan aksi sosial membagikan air bersih gratis kepada masyarakat terdampak kemarau di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Gang Sederhana, RT 10 RW 05, Kelurahan Teladan. Sebanyak 2.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air akibat kemarau panjang.

Kajari Bangka Selatan Dr. Asep Kurniawan Cakraputra melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Bangka Selatan, Prima Yudha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kejari Basel menyosialisasikan gerakan antikorupsi kepada masyarakat.

“Hari ini kita dari Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Selatan mengadakan kegiatan kampanye antikorupsi. Kita membagikan beberapa suvenir, ada stiker, pamflet dan lain-lain,” kata Prima.

Selain menyampaikan pesan antikorupsi, jajaran Kejari Basel melihat kondisi masyarakat yang sedang membutuhkan pasokan air bersih akibat kemarau. Karena itu, kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk membantu warga.

“Karena kita melihat akhir-akhir ini masyarakat sedang membutuhkan air di mana-mana, kita juga tergerak untuk membantu masyarakat dengan membagikan air bersih gratis,” ujar Prima.

Prima mengatakan, satu titik mendapatkan pasokan sekitar 2.000 liter air bersih. Tingginya kebutuhan warga terlihat dari antusiasme masyarakat saat bantuan disalurkan.

Menurutnya, kemarau di wilayah tersebut telah berlangsung kurang lebih tiga bulan dan membuat sumber air warga menyusut drastis hingga sebagian mengering.

“Memang warga sangat membutuhkan di sini,” tutur Prima.

Kejari Basel juga menyiapkan rencana penyaluran 2.000 liter air bersih di kawasan Bukit Permai. Jika respons masyarakat baik dan kebutuhan masih tinggi, distribusi akan dikaji untuk diperluas ke sejumlah titik lainnya.

Baca juga  Sentra UMKM PT Timah di Nelayan II Sungailiat, Peluang Baru Bagi Pelaku Usaha Kecil

Sementara itu, Ketua RT 10 RW 05 Kelurahan Teladan menyebut sekitar 20 hingga 30 KK di lingkungannya terdampak krisis air bersih. Kondisi paling parah dirasakan warga dalam satu bulan terakhir.

Warga bahkan harus berjalan sekitar 700 hingga 800 meter untuk mengambil air dari sumur umum demi memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga.

“Kekeringan ini sebetulnya sudah berlangsung tiga bulan, tapi paling parah kami rasakan satu bulan terakhir. Warga biasanya terpaksa mengambil air ke sumur umum yang jaraknya sekitar 700 sampai 800 meter dari rumah,” ungkapnya.

Ia mengatakan sebagian sumur pribadi warga saat ini hanya mampu menghasilkan satu hingga dua ember air dalam sehari. Bahkan, beberapa sumur telah kering total.

Atas bantuan tersebut, warga menyampaikan apresiasi karena pasokan air yang diberikan dapat meringankan kebutuhan mereka selama kondisi kemarau.

“Kami sangat terbantu sekali dengan program dari Kejaksaan ini. Pasokan bantuan ini setidaknya bisa mencukupi kebutuhan warga untuk beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Prima mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Ia juga mengajak warga untuk berdoa agar hujan segera turun.

“Yang paling penting ketika kita punya air, hemat. Penggunaan air benar-benar hemat agar kita bisa menghadapi kemarau ini bersama-sama,” pungkasnya. (GM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!