PT TIMAH Gandeng Polri Bahas Pengamanan Tambang dan Tata Kelola Timah

PANGKALPINANG, GARUDAMERDEKA.ID — PT Timah Tbk menggandeng Kepolisian Republik Indonesia untuk memperkuat pengamanan tambang sekaligus memperbaiki tata kelola pertambangan timah melalui Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Pertambangan Timah yang digelar di Graha Timah Pangkalpinang, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Polda Kepulauan Bangka Belitung Murry Mirranda, Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro, jajaran manajemen perusahaan serta para pemangku kepentingan dan karyawan PT Timah.
FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari institusi kepolisian, di antaranya Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Suhendri dan Penyidik Madya Dittipidter Bareskrim Polri Fredya Tri Harbakti Imameza yang memaparkan sistem manajemen pengamanan pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Tertentu (Obter).
Selain itu, Dirkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung Nanang Haryono dan Dirkrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung Muhammad Rivai turut menyampaikan materi terkait penanganan tindak pidana kerusakan serta dampaknya terhadap stabilitas industri timah.
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah memberikan dukungan dan pendampingan dalam upaya memperbaiki tata kelola pertambangan timah di lingkungan perusahaan.
“Terima kasih kepada kepolisian yang telah membantu kami memperbaiki tata kelola pertimahan di PT Timah. Hari ini kita mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para aparat yang sudah bertahun-tahun membidangi masalah hukum sehingga kami dapat menjalankan kegiatan dengan cara yang benar,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pertimahan selama ini mengalami pasang surut sehingga masih banyak hal yang perlu diperbaiki agar seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Karena itu, PT Timah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kejaksaan, pemerintah daerah, TNI, dan kepolisian untuk memastikan pengelolaan pertambangan yang lebih baik.
Selain fokus pada pengelolaan timah dari hulu hingga hilir, PT Timah juga mulai mengembangkan potensi mineral ikutan atau logam tanah jarang yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Puluhan tahun kita mengelola penambangan menjadi timah, namun di dalamnya terdapat mineral lain yang nilainya sangat besar. Ini yang sekarang mulai kita kembangkan agar kontribusi bagi negara juga semakin meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda mengatakan, Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah terbesar di Indonesia sehingga sektor ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Namun, ia mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan jika tidak dikelola secara baik dan sesuai aturan.
Karena itu, diperlukan sinergi antara aparat keamanan, perusahaan, pemerintah dan masyarakat untuk menjaga stabilitas industri timah sekaligus memastikan pengelolaannya berjalan sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat lahir berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional, meningkatkan mitigasi risiko, serta mencegah potensi gangguan keamanan di sektor pertambangan timah.
Sebelumnya, PT Timah juga telah menggelar FGD Tata Kelola Pertambangan dan Kemitraan serta bimbingan teknis sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola perusahaan dengan berkolaborasi bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia. (Shin)
sumber : www.timah.com





