Rina Tarol Desak Kejati Babel Usut Proyek Mercu Rp18 Miliar yang Gagal Fungsi

“Dikerjakan asal jadi, bukan memberikan manfaat, malah semakin kurang berfungsi,” tegas Rina.
Selain persoalan teknis pada bangunan mercu, warga juga mengeluhkan kondisi air yang keruh akibat aktivitas tambang di hulu sungai, yang turut memengaruhi kualitas dan kelancaran distribusi air untuk pertanian.
Menurut Rina, hasil pembangunan tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan. Ia menilai perlu ada pemeriksaan menyeluruh terhadap proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
“Kita mendorong Kejati Bangka Belitung untuk turun. Nilai pekerjaan ini Rp15–18 miliar dan baru dibangun tahun 2025, tapi hasilnya begini,” turur Rina.
Ia menegaskan, proyek infrastruktur dengan anggaran besar harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan kebutuhan air pada jaringan irigasi tersebut. (GM007)





