BangkaBangka BelitungBerandaBeritaNasionalPangkalpinang

Teror Legenda Kalimantan, Kuyank: Saranjana The Prequel Tayang Perdana di Pangkalpinang

PANGKALPINANG, GARUDA MERDEKA.ID — Film horor terbaru yang mengangkat legenda mistis Kalimantan, Kuyank: Saranjana The Prequel, resmi menggelar pemutaran perdana di BES Cinema Bangka, Pangkalpinang, Rabu (14/1/2026) malam pukul 20.00 WIB, dalam agenda special screening nonton duluan yang menjadi magnet bagi pecinta film horor lokal.

Pemutaran eksklusif ini tidak hanya memberi kesempatan penonton menyaksikan film lebih awal, tetapi juga menghadirkan para pemain utama seperti Putri Intan Kasela, Ochi Rosdiana, dan Jolene Marie yang ikut memeriahkan acara dan berinteraksi langsung dengan penonton. Kehadiran mereka diyakini menambah atmosfer meriah sekaligus memberikan pengalaman berbeda di tengah antusiasme masyarakat Bangka Belitung.

Kuyank merupakan karya terbaru dari rumah produksi DHF Entertainment, yang sebelumnya sukses mengembangkan Saranjana: Kota Gaib — film fenomenal yang telah meraih lebih dari sejuta penonton di Indonesia. Film ini menjadi bagian dari Saranjana Universe, sebuah semesta cerita yang mengambil akar dari folklore dan urban legend Nusantara.

Sebagai prekuel, Kuyank membawa penonton menyelami kisah yang terjadi tujuh tahun sebelum peristiwa di Saranjana: Kota Gaib. Disutradarai oleh Johansyah Jumberan, film ini mencoba menjelaskan asal-usul teror yang kemudian menjadi benang merah dalam semesta cerita Saranjana. Cerita berfokus pada Rusmiati (Putri Intan Kasela) dan Badri (Rio Dewanto), pasangan yang menghadapi tekanan budaya, ramalan buruk, serta kehancuran batin yang akhirnya membuka pintu pada ilmu hitam dan kutukan yang menghantui mereka.

Baca juga  Cemburu, Suami Aniaya Istri di Toboali Diringkus Polisi

Film ini menggali legenda Kuyang, figur mistis yang lekat dalam cerita rakyat Kalimantan dan dikenal memiliki kemampuan melepaskan kepala beserta organ tubuhnya untuk berburu mangsa di malam hari — sebuah sosok yang selama ini menimbulkan ketakutan turun-temurun di berbagai komunitas lokal. Penyajian legenda tersebut dibuat otentik melalui pemilihan lokasi syuting di pedalaman Kalimantan, riset budaya yang intens, serta dialog yang sebagian besar menggunakan bahasa Banjar agar nuansa folkloranya tetap kuat.

Selain ketegangan horor yang intens, Kuyank juga berupaya menyajikan drama emosional dan konflik batin yang kuat antar tokoh, sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam daripada sekadar deretan jumpscare biasa. Dalam pendekatannya, film ini menggabungkan teror psikologis, ketegangan budaya, dan tragedi keluarga yang berjalan beriringan, membentuk sebuah narasi horor yang kompleks dan relevan.

Para pemeran lain dalam film ini juga memperkuat performa dramatis keseluruhan cerita, termasuk Barry Prima yang membawa bobot akting senior. Kehadiran jajaran pemain papan atas ini diharapkan turut menarik minat penonton dari berbagai kalangan.

Dengan kekuatan cerita yang berasal dari mitos lokal serta produksi yang matang, Kuyank: Saranjana The Prequel diprediksi akan menjadi salah satu film horor lokal paling dinantikan sepanjang awal tahun 2026. Pemutaran perdana di Pangkalpinang menjadi bukti bahwa film horor berbasis legenda daerah masih memiliki daya pikat besar di tengah industri perfilman nasional yang terus berkembang. (YG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!