
KARIMUN, GARUDA MERDEKA.ID — Sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir, PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap nelayan tradisional di Kabupaten Karimun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Perusahaan bekerja sama dengan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau di Karimun menyalurkan 80 unit jaket pelampung (life jacket) kepada kelompok nelayan di wilayah Kundur Barat, Ranggam, dan Leho.
Menurut Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri di Karimun, bantuan ini sangat penting karena sebagian besar nelayan tradisional di wilayah tersebut belum memiliki peralatan keselamatan memadai. Ia menekankan bahwa harga jaket pelampung yang relatif mahal — sekitar Rp 300.000 per unit — menjadi salah satu kendala bagi nelayan untuk memiliki alat keselamatan sendiri.
Dengan adanya program ini, nelayan diharapkan bisa melaut dengan lebih aman. Jaket pelampung menjadi alat keselamatan utama yang bisa membantu menjaga nyawa saat kondisi darurat di laut, misalnya jika terjadi gelombang tinggi atau kecelakaan.
“Life jacket sangat penting untuk menyelamatkan nyawa ketika terjadi musibah di laut. Dengan jaket ini, nelayan bisa bertahan hingga dua jam, menunggu pertolongan,” ujar Yova Apriazir, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri di Karimun.
Penyerahan jaket pelampung ini merupakan bagian dari rangkaian bantuan dan program pemberdayaan nelayan yang dijalankan PT TIMAH Tbk.
Dalam berbagai kegiatan sebelumnya, perusahaan juga telah memberikan bantuan alat tangkap seperti jaring dan mesin tempel, membantu pembuatan rumpon, penanaman mangrove, serta mendukung budidaya perikanan di wilayah pesisir.
Selain aspek keselamatan, PT TIMAH Tbk melalui program CSR-nya juga mendukung penguatan ekonomi dan produktivitas nelayan — dengan bantuan sarana prasarana melaut serta jaminan perlindungan sosial melalui pendaftaran anggota kelompok nelayan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Harapannya, sinergi ini tidak hanya meningkatkan keselamatan para nelayan saat melaut, tetapi juga membantu mereka meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan, sehingga kehidupan masyarakat pesisir bisa lebih sejahtera secara berkelanjutan. (Shin)
sumber : www.timah.com





