Sekda Definitif Basel Segera Ditentukan, Ini Tiga Nama yang Lolos Seleksi

BANGKA SELATAN — Proses penentuan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Bangka Selatan (Basel) kini memasuki tahap akhir.
Tiga nama calon Sekda telah resmi berada di meja Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapatkan pertimbangan teknis sebelum diserahkan kepada Bupati Basel sebagai pengambil keputusan akhir.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Basel, Suprayitno, mengungkapkan bahwa ketiga kandidat tersebut telah diumumkan sejak 19 September 2025 setelah melalui seleksi ketat yang melibatkan panitia seleksi independen.
“Setelah ini KASN akan memberikan rekomendasi ke Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian. Jika Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan layak, Bupati dapat segera menetapkan dan melantik Sekda definitif,” jelas Suprayitno, Senin (22/9/2025).
Adapun tiga nama pejabat yang masuk dalam tahap akhir yaitu:
Elfan Rulyandi, S.T – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Firmansyah, S.H, M.M – Staf Ahli Bupati Basel Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
Hefi Nuranda, S.T, M.M – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sekaligus Penjabat (Pj) Sekda Basel saat ini
Sementara itu, Zamroni, Staf Ahli Bupati Basel lainnya, terhenti di tahap ini karena tidak berhasil masuk tiga besar.
Suprayitno menjelaskan, Bupati memiliki waktu sekitar 10 hari untuk menunggu pertimbangan teknis dari BKN sebelum memutuskan siapa yang akan dilantik sebagai Sekda definitif.
“Jika semua proses berjalan sesuai jadwal, Bupati akan segera melantik Sekda definitif agar tidak ada kekosongan jabatan, sehingga roda pemerintahan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Sekretaris Daerah memiliki posisi yang sangat vital dalam mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mempercepat realisasi program pembangunan, serta memastikan kebijakan daerah sejalan dengan visi pemerintah pusat.
“Sekda yang terpilih diharapkan bisa membawa perubahan positif, memperkuat pelayanan publik, dan menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Suprayitno.
Proses seleksi jabatan strategis seperti Sekda mendapat perhatian luas dari masyarakat, akademisi, hingga pemerhati tata kelola pemerintahan. Transparansi dan profesionalitas dalam pemilihan Sekda menjadi tolok ukur komitmen pemerintah daerah terhadap reformasi birokrasi.
“Pemilihan Sekda yang terbuka dan akuntabel akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memberi sinyal positif bagi mitra pembangunan,” tutup Suprayitno.
Kini publik menantikan keputusan akhir Bupati Basel untuk menetapkan siapa sosok yang akan memimpin birokrasi daerah dan membawa Bangka Selatan menuju pembangunan yang lebih maju. (Yg)





