BangkaBangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Fakta Data BPS, Janji Baru Molen Soal 7.000 Lapangan Kerja Ditertawakan Warga

PANGKALPINANG — Janji politik kembali ditebar Maulan Aklil (Molen) dalam kontestasi Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025.

Mantan Wali Kota Pangkalpinang itu kali ini menjanjikan penciptaan 7.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat. Namun, alih-alih disambut antusias, janji tersebut justru menuai cibiran dan tawa miris dari publik.

Pasalnya, selama periode kepemimpinannya sebelumnya, angka pengangguran di Pangkalpinang justru tidak pernah kembali ke level terendah sebelum pandemi Covid-19.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren pengangguran di Pangkalpinang masih stagnan di level tinggi. Pada Februari 2019, awal kepemimpinan Molen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,39 persen dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 737.207 orang. Angka ini naik menjadi 3,62 persen pada Agustus 2019 dengan angkatan kerja 742.798 orang.

Memasuki Februari 2020, TPT sempat turun tipis ke 3,41 persen dari 777.010 angkatan kerja. Namun pandemi Covid-19 membuat angka pengangguran melonjak tajam hingga 5,25 persen pada Agustus 2020.

Meski pandemi mereda, angka pengangguran di Pangkalpinang tidak kunjung kembali ke titik sebelum krisis. BPS mencatat, pada Agustus 2022, TPT masih berada di angka 4,77 persen dari total 767.603 angkatan kerja.

Setahun kemudian, pada Agustus 2023, meski Pangkalpinang disebut memiliki TPT terendah di Bangka Belitung, angkanya tetap 4,56 persen — masih lebih tinggi dibandingkan awal periode Molen.

Baca juga  Natal Oikumene 2025, Gubernur Babel Ajak Umat Jaga Kerukunan dan Persatuan

Kondisi ini menunjukkan bahwa berbagai program pembangunan dan klaim peningkatan investasi di Pangkalpinang selama Molen menjabat belum mampu berkontribusi signifikan pada penyerapan tenaga kerja. Peningkatan investasi tidak berjalan linear dengan penciptaan lapangan kerja.

Kritik keras pun datang dari warga. Ahmad, warga Kelurahan Pasir Putih, menilai janji Molen hanya manis di bibir.

“Janji kerja-kerja Molen dulu saja tidak pernah terbukti, sekarang malah menebar janji baru lagi. Kami sudah bosan dengan kata-kata manis tanpa hasil,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Rina, seorang sarjana asal Bangka yang sudah tiga tahun belum mendapat pekerjaan. Ia mengaku kecewa dengan janji baru Molen yang menurutnya tidak realistis.

“Kami ne butuh kerja nyata, bukan janji politik bai. Kalau pengangguran tetap tinggi, buat apa janji 7.000 lapangan kerja? Itu sama bai bebulek, pas mimpin periode pertama kemana? Agik saro lah nyari gawe,” ujarnya dengan nada kesal.

Fakta stagnasi pengangguran ini menimbulkan keraguan besar terhadap efektivitas kepemimpinan Molen di bidang ketenagakerjaan.

Alih-alih menekan angka pengangguran sebagaimana janji politiknya di periode pertama, data BPS justru menunjukkan realitas sebaliknya: semakin banyak warga Pangkalpinang kesulitan mencari pekerjaan. (Yg)

Sumber: BPS Kota Pangkalpinang

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!