BNNK Basel Rujuk Dua Pecandu Narkoba, Hendra Amoer: Ada yang Ancam Istri, Satunya Lukai Warga!

BANGKA SELATAN — Dua orang warga Bangka Selatan yang mengalami gangguan psikologis akibat penyalahgunaan narkoba akhirnya dirujuk untuk menjalani rehabilitasi rawat inap di RS. Dr. Samsi Jakobalis.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Selatan, Hendra Amoer, SE, MM, menyampaikan bahwa kasus ini menunjukkan betapa mengerikannya dampak narkoba dalam kehidupan sosial.
“Satu mengancam istrinya sendiri, satunya lagi sampai melukai warga. Ini bukti nyata bahwa narkoba menghancurkan bukan hanya diri pengguna, tetapi juga orang-orang di sekitarnya,” tegas Hendra Amoer, Sabtu (26/7/2025).
Konsultasi Pertama: Ancam Istri karena Halusinasi
Kasus pertama terjadi pada Senin, 21 Juli 2025, pukul 13.30 WIB. Seorang pria berinisial YT (42 tahun), warga Kecamatan Simpang Rimba, datang ke Klinik Pratama BNNK Bangka Selatan bersama keluarganya dan didampingi pemerintah desa.
Mereka berkonsultasi terkait upaya rehabilitasi narkoba setelah sebelumnya mengikuti kegiatan sosialisasi BNNK yang difasilitasi Pemdes Permis melalui anggaran APBDes tahun 2025.

Dari hasil wawancara dan asesmen, diketahui bahwa YT mengalami halusinasi berat, termasuk merasa bahwa istrinya berselingkuh tanpa bukti jelas. Ia juga mengaku emosinya tidak stabil dan bahkan pernah mengancam akan membunuh istrinya dalam satu bulan terakhir.
Keterangan dari istrinya dan teman-temannya mengungkapkan bahwa YT kerap mengonsumsi shabu (sabu-sabu). Tes urine yang dilakukan membuktikan bahwa ia positif (+) mengandung amfetamin, dan ia mengaku terakhir memakai dua hari sebelum datang ke BNNK.
Melihat kondisi kejiwaan klien yang sudah terganggu, serta atas persetujuan keluarga, pihak BNNK merujuk YT ke RS. Dr. Samsi Jakobalis untuk menjalani rehabilitasi narkoba secara rawat inap.
Kasus Kedua: Lukai Warga dan Meresahkan Lingkungan
Tiga hari kemudian, pada Kamis, 24 Juli 2025, pukul 10.30 WIB, Ketua RT 003 dan RW 003 Kelurahan Toboali datang ke kantor BNNK Bangka Selatan.
Mereka melaporkan seorang warganya bernama CA (33 tahun) yang kerap mengamuk dan melukai warga sekitar. Informasi tentang rehabilitasi mereka dapatkan dari Agen Pemulihan (AP) IBM di wilayah tersebut.

Mendapati laporan tersebut, tim rehabilitasi BNNK langsung melakukan kunjungan lapangan (SIL) ke rumah CA pada sore harinya, pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Sesampainya di lokasi, tim menemukan CA dalam kondisi psikis tidak stabil dan berperilaku agresif.
Setelah berdiskusi dengan keluarga, aparat RT/RW, dan pihak terkait, diputuskan bahwa CA juga akan dirujuk ke RS. Dr. Samsi Jakobalis untuk menjalani rehabilitasi narkoba rawat inap.
Sebelum keberangkatan, CA sempat diperiksa kondisi kesehatannya di RSUD Bangka Selatan, dan kemudian diantar menggunakan kendaraan milik Dinas Sosial dengan pengawalan dari Satpol PP, RT/RW, dan tim rehabilitasi BNNK Basel.
BNNK Basel: Narkoba Adalah Musuh Bersama
Kepala BNNK Basel, Hendra Amoer, mengingatkan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh dipandang remeh. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, lingkungan, serta aparat desa dan kelurahan dalam mencegah dan menangani penyalahgunaan narkoba.
“Ini bukan sekadar masalah pribadi. Begitu narkoba masuk ke seseorang, dampaknya bisa sistemik. Keluarga bisa hancur, masyarakat bisa terganggu, bahkan bisa muncul korban jiwa,” tutur Hendra Amoer.
Apresiasi untuk Pihak yang Terlibat
Hendra Amoer juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penanganan dan rujukan kedua klien tersebut, antara lain:
Pemerintah Desa Permis,
Ketua RT dan RW 003 Toboali,
Satpol PP Bangka Selatan,
Dinas Sosial,
RSUD Bangka Selatan,
RS. Dr. Samsi Jakobalis.
“Sinergi seperti inilah yang kami butuhkan untuk memberantas narkoba dari akar. Semoga ini bisa menjadi contoh penanganan terpadu dan komprehensif,” pungkas Hendra Amoer.
(Eboy)
#Indonesiabersihnarkoba
#Cegah Narkoba
#baselbersinar
#bnnkbangkaselatan
#Indonesiadrugfree
#asakkawakitepacak





