BangkaBangka BelitungBerandaBeritaPangkalpinang

Bukan Pemimpin Instruksi, Prof. Udin Pilih Bangun Solusi Atasi Banjir Musiman Bersama Warga Pelipur

PANGKALPINANG — Di tengah geliat politik menjelang Pilkada 2025, masyarakat mulai jenuh dengan gaya kepemimpinan yang serba instruksi dan minim partisipasi.

Namun pemandangan berbeda tersaji di Kelurahan Pelipur, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, saat Prof. Udin, Bakal Calon Wali Kota Pangkalpinang, datang bukan untuk memerintah, tapi mengajak warga menyusun solusi bersama.

Kunjungan Prof. Udin pada Jumat malam (18 Juli 2025) menjadi momentum penting bagi warga Pelipur yang selama ini dicekam masalah banjir musiman.

Tak seperti kunjungan politisi kebanyakan, kedatangan Prof. Udin justru membuka ruang dialog terbuka, di mana warga menyampaikan keluh kesah tanpa takut atau dibatasi protokoler.

“Setiap hujan deras, air selalu masuk rumah. Saluran air banyak yang mampet. Kami ingin solusi, bukan sekadar janji,” keluh seorang warga, disambut anggukan warga lain yang mengamini kondisi serupa.

Kawasan Pelipur memang dikenal sebagai zona merah rawan banjir. Sistem drainase buruk, saluran air tersumbat, dan kesadaran lingkungan yang masih minim menjadi perpaduan masalah klasik yang terus berulang setiap tahun.

Namun alih-alih menyalahkan warga atau hanya menebar janji program besar, Prof. Udin mengajak semua pihak — mulai dari warga, RT/RW, hingga instansi pemerintah — untuk mengambil peran dalam perubahan.

“Kita tidak bisa selesaikan ini hanya dengan menunggu proyek besar. Kita harus mulai dari sekarang, dari hal yang bisa kita kerjakan bersama. Gotong royong bersihkan drainase adalah awal yang nyata,” ucap Prof. Udin dalam nada lugas namun bersahabat.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan Kota Pangkalpinang saat ini bukan yang memberi perintah dari atas, tetapi yang hadir bersama rakyat, mendengar langsung, dan bekerja bersama. Itulah mengapa ia lebih memilih berbaur di lapangan ketimbang bersembunyi di balik baliho kampanye.

Baca juga  Sinergi Polres Basel dan Warga Keposang, Tanam Jagung, Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pengobatan Gratis

Dalam pertemuan itu, Prof. Udin juga memaparkan rencana strategis jangka panjang untuk penanggulangan banjir secara menyeluruh, termasuk:

Pembangunan kolam retensi di kawasan rawan,

Rekonstruksi total sistem drainase perkotaan,

Pemberdayaan kelompok sadar lingkungan di tiap RT,

serta pelibatan aktif OPD teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup dan PU.

Namun ia menegaskan bahwa sebaik apapun program pemerintah, tanpa partisipasi warga, hasilnya tak akan maksimal.

“Tidak ada solusi yang berhasil tanpa keterlibatan warga. Inilah konsep kepemimpinan yang ingin saya bangun: bukan instruksi satu arah, tapi kolaborasi sejajar,” ungkapnya.

Sikap dan pendekatan Prof. Udin sontak mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Beberapa warga langsung mengusulkan jadwal kerja bakti rutin, menandakan bahwa warga siap terlibat jika diperlakukan sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar objek pembangunan.

“Kami bukan cuma mau dengar janji. Tapi kalau diajak bareng-bareng kayak gini, kami siap. Kami rindu pemimpin yang ngajak, bukan nyuruh,” ujar seorang tokoh warga dengan nada haru.

Kehadiran Prof. Udin di Pelipur membuktikan bahwa politik bisa tetap membumi, dan pemimpin bisa tetap rendah hati tanpa kehilangan wibawa. Bahwa perubahan kota bukan dimulai dari kantor megah, melainkan dari ruang-ruang pertemuan warga dan drainase yang dibersihkan bersama.

Di era ketika kepercayaan publik terhadap politisi terus merosot, Prof. Udin justru menunjukkan bahwa pemimpin sejati bukan yang merasa tahu segalanya, tapi yang mau bekerja sama membangun segalanya. (Yudi)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!