BNNK Bangka Selatan Cetak Pelajar Jadi Agen Perubahan Tolak Narkoba Sejak MPLS

Membangun budaya terbuka untuk berdiskusi tentang tekanan hidup,
Menjaga solidaritas antar teman,
Menumbuhkan sikap peduli terhadap kondisi psikologis teman yang mulai berubah.
Siswa diajak membuat komitmen kecil: jika melihat sesuatu yang mencurigakan, jangan diam. Bicarakan, laporkan, atau dekati dengan empati.
SMAN 1 Payung: Bentuk Duta Anti Narkoba dari Kalangan Siswa Sendiri

Penyuluhan terakhir digelar di SMAN 1 Payung pukul 13.00 WIB. Dengan 218 peserta MPLS, kegiatan ini diisi oleh narasumber Navy Christy Purba, S.Sos, Nirwana, A.Md Kep, dan Leo Febriansyah.
Materi disampaikan dengan pendekatan partisipatif bertema “Kenali – Hindari – Laporkan”.
Para siswa tidak hanya diberi pemahaman tentang narkoba, tetapi juga diminta menyusun simulasi bagaimana menghadapi ajakan teman, tekanan lingkungan, atau kondisi psikologis yang bisa memicu ketertarikan terhadap narkoba.
Di akhir sesi, para siswa didorong untuk menjadi Duta Pelajar Anti Narkoba, dengan tugas:
Mendorong diskusi anti narkoba di kelas masing-masing,
Menyusun kampanye kreatif di media sosial sekolah,
Menjadi panitia kecil edukasi lanjutan bersama OSIS.
Pihak sekolah pun menyambut ide ini dengan antusias dan siap menjadikannya program tahunan bersama BNNK.
Kepala BNNK: Anak Muda Harus Jadi Ujung Tombak Gerakan Tolak Narkoba
Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, SE, MM, menegaskan bahwa anak muda bukan hanya objek edukasi, tetapi subjek perubahan.
Ia menekankan pentingnya memberi ruang kepada siswa untuk berperan aktif dalam pencegahan narkoba.
“Kami datang bukan untuk sekadar memberi informasi, tapi juga memberi ruang aksi. Pelajar kita tidak boleh cuma tahu bahayanya narkoba, mereka harus bisa bicara, bergerak, dan mengajak,” tegas Hendra Amoer.
Ia menyatakan bahwa pendekatan partisipatif semacam ini lebih efektif, karena menyentuh aspek mental, sosial, dan kepemimpinan pelajar sejak usia dini.
NON-DIPA, Tapi Bernilai Besar
Meski dilaksanakan tanpa dukungan dana DIPA (NON-DIPA), kegiatan ini berjalan maksimal. Semangat dari tim BNNK, dukungan guru, dan antusiasme siswa menjadi kunci keberhasilan edukasi ini.
Semua pihak sepakat bahwa edukasi pencegahan narkoba tidak perlu menunggu anggaran besar. Komitmen, kreativitas, dan kolaborasi jauh lebih menentukan.
Dari Pelajar untuk Pelajar, Dari Sekolah untuk Bangsa
Dengan membekali pelajar bukan hanya dengan informasi, tapi juga peran, identitas, dan aksi nyata, BNNK Bangka Selatan tengah membangun fondasi perubahan sosial dari sekolah.
Langkah ini diharapkan menjadi model bagi sekolah lain, bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tugas guru atau BNN, tetapi juga misi bersama siswa — untuk menjaga satu sama lain, dan menjaga masa depan bangsa. (Eboy)
#infobnn_ri
#indonesiabersinar
#indonesiadrugfree
#baselbersinar
#bnnkbangkaselatan
#asakkawakitepacak
#PelajarJadiPenggerak #AgenPerubahanAntiNarkoba #BNNK_BangkaSelatan
#MPLS2025
#P4GN





