Gubernur Hidayat Arsani Instruksikan APH Tindak Tegas 46 Alkes Hilang di RSUP Soekarno, Kerugian Capai Rp15 Miliar

MERAWANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menunjukkan ketegasannya dalam menangani dugaan hilangnya puluhan unit alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (HC) Ir. Soekarno.
Dalam apel khusus yang digelar di halaman rumah sakit, Gubernur Hidayat Arsani menginstruksikan aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengusut dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.
Tak kurang dari 46 item alat kesehatan, termasuk 17 unit ventilator, dilaporkan hilang tanpa kejelasan. Nilai kerugian akibat kehilangan tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp15 miliar, sehingga menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Babel.
“Sudah saya beri kesempatan tiga bulan untuk menyelesaikan ini secara internal. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Justru seperti sengaja ditutup-tutupi. Maka saya putuskan untuk melaporkan kasus ini ke Kejati dan Polda Babel,” tegas Hidayat dalam amanatnya.
Gubernur Hidayat Arsani menyebut kejadian ini sebagai kasus luar biasa yang mencoreng kredibilitas lembaga pelayanan kesehatan terbesar di Bangka Belitung. Sebagai pejabat yang memahami dunia medis dan tata kelola rumah sakit, ia mengaku sangat prihatin karena kejadian ini tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga menyangkut nasib dan keselamatan nyawa pasien.
“Kalau kita tidak jaga uang negara, negara ini bisa bangkrut. Ini bukan hanya soal alat, ini soal amanah, soal tanggung jawab terhadap rakyat,” ujarnya lantang.

Lebih lanjut, Gubernur Hidayat menginstruksikan dilakukannya pembenahan menyeluruh di RSUP Soekarno, mulai dari aspek manajemen, administrasi, pengelolaan aset, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menyatakan tidak segan mengganti jajaran manajemen jika terbukti lalai atau tidak berintegritas.
Gubernur Hidayat Arsani juga mengingatkan seluruh pegawai, baik tenaga medis, staf administrasi, hingga petugas keamanan, untuk meningkatkan empati dan profesionalisme dalam melayani masyarakat.
“Mulai pagi ini, saya minta kita semua berubah. Layani masyarakat dengan hati, dengan senyum dan ketulusan. Kita benahi manajemen yang rusak, satukan komitmen, jadikan rumah sakit ini yang terbaik di Bangka Belitung,” pesannya disambut tepuk tangan hadirin apel.

Usai apel, Gubernur Hidayat Arsani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Babel dan Plt Direktur RSUP Soekarno langsung meninjau beberapa fasilitas rumah sakit. Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik dan mendengar langsung masukan dari pegawai di lapangan.
Langkah tegas Gubernur Hidayat Arsani ini mendapat dukungan publik, termasuk dari kalangan masyarakat dan tokoh kesehatan di Babel. Mereka berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan penyelidikan dan menindak tegas siapapun yang terlibat, demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua instansi pelayanan publik di Bangka Belitung, bahwa pengelolaan aset negara harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan integritas tinggi.
Gubernur Hidayat Arsani menegaskan, tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum terhadap siapapun yang bermain-main dengan uang dan aset rakyat. (Yudi)





