Siswa Pemali Boarding School Raih “Best Video” di Geosac 2025, Angkat Isu Tambang di Bangka Belitung

BANGKA – Program beasiswa PT Timah melalui Pemali Boarding School terus mencetak prestasi, Minggu (23/3/2025).
Salah satu siswanya, Rizal Zikri, bersama timnya berhasil meraih penghargaan “Best Video” dalam Geography Smart Competition (Geosac) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Keikutsertaan Rizal dalam ajang ini berawal dari hobinya dalam menganalisis isu lingkungan di Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan timnya, ia membuat video bertema dampak tambang inkonvensional terhadap masyarakat serta menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Saya sangat bersemangat karena belajar sudah seperti hobi. Kami melakukan riset mengamati persoalan geografi di Bangka Belitung dan mengemasnya dalam video,” ujar Rizal.
Proses kompetisi ini tidak mudah. Tim dari Pemali Boarding School harus melalui berbagai tahapan, termasuk babak eliminasi akhir di UPI Bandung. Namun, mereka mendapat dukungan penuh dari sekolah, mulai dari bimbingan, peralatan, akomodasi, hingga transportasi.
“Kami diberikan fasilitas lengkap, mulai dari kamera hingga izin sekolah. Bimbingan dari guru juga sangat membantu dalam menyusun materi dan konsep video,” tambah Rizal.
Meski tidak meraih juara dalam kategori tes tertulis dan geotrack, Rizal dan timnya tetap bangga karena berhasil bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik di Indonesia dan mendapatkan apresiasi “Best Video”.
“Meskipun kami tidak menang di semua kategori, tetapi penghargaan ini menjadi bukti bahwa kami mampu bersaing di tingkat nasional,” tuturnya.
Rizal juga mengapresiasi PT Timah atas program Pemali Boarding School yang mendukung pengembangan bakat dan minat para pelajar.
“Terima kasih PT Timah yang telah mendukung kami sejak awal. Saya akan terus berusaha berprestasi agar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Semoga PT Timah terus membantu anak-anak di sekitar wilayah operasionalnya agar SDM di Bangka Belitung semakin berkualitas,” tutupnya.
Program beasiswa ini menjadi bukti bahwa investasi dalam pendidikan tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga sadar akan permasalahan sosial dan lingkungan di sekitarnya. (Tri)





