Pemkot Pangkalpinang Pastikan Anak Rentan Tetap Bisa Sekolah dalam Langkah Nyata 100 Hari Kerja

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyalurkan beasiswa dan perlengkapan sekolah bagi 1.041 siswa dari PAUD, SD, SMP, termasuk anak tidak sekolah (ATS) dan peserta program kesetaraan.
Program ini menjadi bagian dari langkah nyata 100 Hari Kerja Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang dalam memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak, terutama yang rentan, sepanjang 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Erwandy, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan harus dijamin tanpa terkendala faktor ekonomi.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Pangkalpinang yang kehilangan hak untuk bermimpi hanya karena masalah finansial,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Bantuan yang disalurkan mencakup:
200 siswa PAUD senilai Rp160 juta
60 siswa program kesetaraan Rp75 juta
63 anak ATS Rp75,6 juta
450 siswa SD Rp450 juta
268 siswa SMP Rp335 juta
Selain itu, 718 siswa SD dan SMP menerima perlengkapan belajar berupa tas, buku, pensil, penghapus, dan penggaris, yang disalurkan langsung melalui Bank Sumsel Babel.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan setiap anak.
“Sekolah itu wajib minimal sampai SMP, tapi sunatnya sampai S3. Program ini memastikan tidak ada anak yang tertinggal dan setiap anak mendapat kesempatan belajar yang sama,” ujarnya saat menyerahkan bantuan di Stadion Depati Amir.
Program ini diharapkan membuka peluang belajar yang setara, membentuk generasi yang SMART—Seimbang, Mapan, Amanah, Rukun, Teguh—dan menegaskan komitmen Pemkot Pangkalpinang terhadap pendidikan inklusif, berkeadilan, serta langkah nyata untuk masa depan yang lebih baik bagi seluruh anak. (Yg)





